Jumat, 09 Januari 2026

Di Tengah Dunia yang Guncang, Mengapa Manusia Kembali Mencari Agama?


Dunia hari ini terasa semakin bising, cepat, dan rapuh.

Perang tak kunjung reda, bencana alam datang silih berganti, ekonomi global bergejolak, dan teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding kedewasaan manusia menggunakannya.

Di tengah semua itu, muncul satu fenomena yang menarik:
manusia kembali berbicara tentang agama.

Bukan sebagai simbol budaya, bukan sebagai identitas politik, tetapi sebagai kebutuhan eksistensial—kebutuhan untuk menemukan makna, arah, dan pegangan hidup.


Krisis Global dan Kegelisahan Manusia Modern

Berita-berita viral hari ini—tentang konflik, ketidakadilan, bencana, dan ketidakpastian masa depan—memunculkan kegelisahan kolektif. Banyak orang mulai menyadari bahwa:

  • Kemajuan teknologi tidak otomatis membawa ketenangan batin

  • Kekayaan dan kekuasaan tidak menjamin rasa aman

  • Sains menjelaskan bagaimana, tetapi sering gagal menjawab untuk apa

Di titik inilah manusia mulai kembali bertanya pada pertanyaan paling mendasar:

Siapa saya? Dari mana saya berasal? Ke mana saya akan kembali?

Dan sejarah menunjukkan, pertanyaan-pertanyaan ini selalu berujung pada agama.


Agama sebagai Fitrah, Bukan Sekadar Tradisi

Dalam Islam, keyakinan terhadap Tuhan dan kebenaran agama bukanlah sesuatu yang dipaksakan dari luar, melainkan tertanam dalam fitrah manusia.

Setiap manusia, sejak lahir, membawa potensi untuk mengenal dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Ketika hidup berjalan normal, fitrah ini sering tertutupi oleh kesibukan dunia. Namun saat krisis datang, lapisan-lapisan itu runtuh, dan fitrah kembali berbicara.

Inilah sebabnya mengapa:

  • Di masa perang, manusia berdoa

  • Di masa bencana, manusia bersujud

  • Di masa kehilangan, manusia mencari Tuhan

Agama bukan pelarian, tetapi panggilan terdalam manusia.


Islam: Agama Para Nabi Sejak Awal Manusia

Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa Islam hanya agama Nabi Muhammad ﷺ.
Padahal, dalam perspektif Islam sendiri, Islam adalah agama seluruh nabi dan rasul.

Sejak:

  • Nabi Adam عليه السلام

  • Nabi Nuh عليه السلام

  • Nabi Ibrahim عليه السلام

  • Nabi Musa عليه السلام

  • Nabi Isa عليه السلام
    hingga Nabi Muhammad ﷺ

Semuanya membawa ajaran tauhid yang sama:
menyembah Allah Yang Maha Esa dan tunduk kepada-Nya.

Perbedaan yang terjadi sepanjang sejarah bukan pada inti ajaran, melainkan pada:

  • Syariat yang disesuaikan dengan zaman

  • Umat yang sering menyimpang dari ajaran asli

Islam hadir sebagai penyempurna dan pemurni, bukan agama baru.


Mengapa Islam Disebut Agama yang Diridhai Allah?

Islam tidak hanya menawarkan konsep ketuhanan, tetapi sistem hidup yang menyeluruh:

  • Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan

  • Mengatur hubungan manusia dengan sesama

  • Mengatur hubungan manusia dengan alam

Dalam dunia yang hari ini krisis moral, krisis lingkungan, dan krisis keadilan, Islam menawarkan keseimbangan:

  • Antara akal dan wahyu

  • Antara dunia dan akhirat

  • Antara kebebasan dan tanggung jawab

Bukan kebetulan jika di saat dunia semakin kompleks, banyak orang justru tertarik kembali mempelajari Islam secara rasional dan mendalam.


Kebangkitan Kesadaran Beragama di Era Modern

Fenomena hijrah, meningkatnya kajian keislaman, dan pencarian makna hidup bukan tren sesaat. Ia adalah respon alami terhadap kegagalan ideologi-ideologi modern menjawab kegelisahan manusia.

Manusia modern mulai menyadari:

  • Kebebasan tanpa nilai melahirkan kehampaan

  • Kemajuan tanpa arah melahirkan kehancuran

  • Kekuasaan tanpa moral melahirkan kezaliman

Dan di tengah semua itu, Islam hadir bukan sebagai nostalgia masa lalu, tetapi sebagai solusi peradaban.


Penutup

Di saat dunia terus berubah, satu hal tetap sama:
manusia selalu membutuhkan Tuhan.

Dan Islam, sebagai agama tauhid yang dibawa oleh seluruh nabi dan rasul, hadir bukan hanya untuk satu kaum atau satu zaman, tetapi untuk seluruh manusia—sepanjang mereka mau mendengar panggilan fitrahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar barupa kritik dan saran yang membangun demi kemajuan blog saya ini. Jangan malu - malu!