Selasa, 29 Maret 2011

MENGEDIT FOTO SUPERMAN DENGAN PHOTOSHOP

Editing foto merupakan salah satu hobi terbaru saya. Di sini, saya akan coba berbagi cara saya dalam melakukan editing foto dengan menggunakan Adobe Photoshop. Objek eksperimennya adalah foto saya sendiri.

Sebelumnya pada komputer atau laptop Anda, harus telah tersedia software Photoshop yang telah di-instal. Photoshop yang saya gunakan di sini adalah Adobe Photoshop CS3.

Bagi yang ingin download cara editing foto saya ini dalam format video (visual) bisa di-download di sini dan bagian keduanya di sini.

Namun saya berharap Anda tetap membaca beberapa petunjuk dan langkah-langkah editing foto di bawah ini.

  1. Carilah sebuah foto suatu karakter yang akan Anda edit, misalnya dalam contoh ini adalah foto Superman
  2. Carilah sebuah foto wajah Anda (atau wajah orang lain dengan seizin orangnya), yang arah menghadap wajahnya sama seperti arah menghadap foto karakter Superman. Di sini saya contohkan foto saya sendiri yang arah menghadap wajah foto saya relatif sama dengan arah menghadapnya karakter Superman dalam foto.
  3. Bukalah kedua foto tersebut di software Photoshop. Ada dua cara, pertama bisa dengan klik kanan pada gambar yang akan dibuka, lalu posisikan kursor pada "open with", dan pilih gambar lambang Photoshop. Cara kedua, yaitu dengan masuk ke Photoshop terlebih dahulu melalui "start up" menu, lalu dari jendela Photoshop di pojok kiri atas klik file-->Open. Saat terbuka jendela "open" cari file gambar yang akan dibuka, lalu open.
  4. Setelah kedua gambar dibuka di jendela Photoshop, aktifkan gambar wajah Anda dengan mengkliknya, lalu perbesar jendelanya, dan perbesar gambar dengan memfokuskannya pada wajah Anda. Pembesaran wajah bisa memanfaatkan menu "navigator" yang ada pada bagian atas kanan. Ini untuk memudahkan proses penyeleksian dan pemotongan gambar bagian wajah Anda. Selanjutnya aktifkan command "magnetic lasso tool"
  5. Lalu klik pada salah satu tepian dari bagian wajah Anda, lalu ikuti alur wajah Anda dengan menggerakkan kursor melingkari wajah Anda tersebut. Selama proses ini Anda bisa melakukan klik kiri untuk mematenkan posisi pilihan Anda. Ketika kedua ujung telah bertemu atau alur pergerakan Anda telah mencapai titik awal ketika Anda memulai, lalu klik. Maka secara otomatis, wajah Anda akan terpilih sesuai dengan alur yang telah Anda lalui.
  6. Aktifkan command "move tool", lalu tempatkan kursor pada gambar wajah Anda yang telah terpilih, tekan dan tahan klik kiri kursor, dan bawa atau drag gambar wajah Anda tersebut ke gambar Superman.
  7. Sesuaikan ukuran dan posisi layer gambar wajah Anda dengan gambar wajah Superman. Caranya adalah dengan masuk ke menu Edit-->free transform, atau dengan menekan "ctrl+T" pada keyboard. Manfaatkan penyesuaian ukuran dan rotasi gambar dengan menggunakan command "free transform ini". Dalam beberapa kasus Anda perlu juga memanfaatkan menu "navigator" yang ada di sebelah kanan atas. Panduan penyamaan posisi adalah dengan menyesuaikan posisi mata dan posisi mulut wajah Anda dengan posisi mata dan mulut dari wajah Superman. Setelah sesuai ukuran dan posisinya, tekan Enter.
  8. Proses selanjutnya adalah proses penyesuaian warna gambar kulit wajah Anda dengan warna kulit leher Superman. Caranya adalah dengan masuk ke menu Image-->adjustment-->levels. Setelah muncul jendela Levels, maka gerak-gerakkan settingan-settingan pada input dan output levels sehingga sebisa mungkin warna kulit wajah Anda dalam foto mendekati warna kulit leher Superman dalam Gambar. Di sinilah letak seninya. Setelah Anda menemukan settingan yang sesuai maka klik OK
  9. Langkah terakhir adalah proses perapian bagian sisi atau tepi dari layer wajah Anda. Caranya adalah dengan mengaktifkan menu HISTORY BRUSH TOOL. Perbesar fokus gambar pada bagian layer wajah Anda, dan sesuaikan ukuran lingkaran history brush tool dengan klik kanan. Hapus bagian tepi layer wajah Anda yang tidak diperlukan dengan menggunakan tool ini. Caranya adalah dengan melakukan klik kiri, dimana area dalam lingkaran akan terhapus. Apabila Anda kelebihan dalam melakukan penghapusan, maka undo proses dengan menekan Ctrl+Alt+Z
  10. Gambar Editan foto Anda pada tahap 1 setelah selesai bisa tampak seperti Gambar di bawah ini
  11. Pada tahap II, kita menginginkan rambut jambul khas Superman terlihat dalam gambar wajah kita. Maka pada layer gambar wajah kita tersebut kita aktifkan kembali command history brush tool.
  12. Selanjutnya tempatkan kursor pada bagian kanan dimana di situ terletak menu layer, lalu atur "Fill" dari layer wajah Anda, sehingga wajah Superman yang ada di balik wajah Anda menjadi nampak samar-samar. Kurang lebih settingan "Fill" yaitu pada 30 persen.
  13. Selanjutnya tinggal dihapus gambar layer wajah Anda dengan berpedoman pada rambut Superman yang nampak samar-samar, termasuk bagian jambulnya. Selama proses ini rajin-rajin mengeceknya dengan dikembalikan kembalik "Fill" ke 100 persen
  14. Apabila kurang matching atau kurang cocok atau kurang sesuai antara rambut Superman dengan rambut Anda maka Anda bisa melakukan teknik tambal sulam rambut. Caranya buka file gambar Superman dimana sebelumnya nama filenya telah Anda rubah sehingga tidak sama dengan nama gambar Superman sejenis yang telah Anda buka. Selanjutnya dengan menggunakan pplygonal lasso tool potong dan pindahkan (drag) bagian rambut Superman seperlunya pada gambar yang baru Anda buka, ke gambar rambut pada layer wajah Anda.
  15. Setelah selesai, maka gambarnya akan bisa kelihatan seperti di bawah ini.

Sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat, apabila ada yang kurang jelas bisa ditanyakan. Atau mungkin dari teman-teman ada yang ingin menambahkan.

Senin, 28 Maret 2011

MENINGKATKAN BUDAYA TERTIB LALU LINTAS MELALUI PENDEKATAN PERSUASIF



PENDAHULUAN
Tingginya angka kecelakaan moda transportasi darat bukanlah permasalahan yang tergolong baru di Indonesia. Dari sejumlah data yang ada menyebutkan bahwa jumlah kasus, korban luka, dan korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya terus meningkat setiap tahunnya. Rata-rata 30 ribu orang tewas akibat kecelakaan di jalan raya per tahun atau 82 orang per hari. Diperinci lagi, rata-rata dua orang tewas per jamnya akibat kecelakaan. Secara nasional, rata-rata terjadi 10 ribu kasus kecelakaan lalu lintas setiap tahun. (Thomas pulungan dan Yani A, 2007).

Kecelakaan lalu lintas dapat berdampak terhadap peningkatan kemiskinan, karena kecelakaan lalu lintas mengakibatkan bertambahnya biaya perawatan, kehilangan produktivitas, kehilangan pencari nafkah dalam keluarga yang menyebabkan trauma, stress dan penderitaan yang berkepanjangan. Bahkan lebih jauh lagi kecelakaan lalu lintas dapat memicu terjadinya permasalahan di segala bidang seperti terjadinya kesenjangan sosial akibat meningkatnya jumlah pengangguran, meningkatnya angka kriminalitas, ketidakstabilan politik dan kerugian di bidang ekonomi.

Berdasarkan studi bersama yang dilakukan oleh UGM (Universitas Gajah Mada) dan UI (Universitas Indonesia), perkiraan kerugian ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada tahun 2002 kurang lebih sebesar 30,82 triliun rupiah atau sekitar 2,17% dari GDP (Gross Domestic Produk). Sedangkan menurut data dari Ditlantas Babinkam Polri, kecelakaan Lalu lintas mengakibatkan kerugian material sebesar Rp. 38,74 triliun per tahun, yakni hampir setara dengan dua kali seluruh bantuan pembangunan. (http://www.hubdat.web.id/webktd/DKTJ.pdf). Kerugian ini akan meningkat seiring dengan peningkatan angka kecelakaan lalu lintas. Apabila dibiarkan, hal ini akan semakin berdampak buruk terhadap kondisi bangsa di masa depan.

Untuk itu perlu dikaji ulang upaya – upaya penertiban para pengguna jalan oleh pemerintah yang dilakukan selama ini. Kenyataannya, pengendalian sosial yang dilakukan pemerintah hanya dititik beratkan pada penyelenggaran sistem lalu lintas sebagai elemen kontrol yang memaksa pengguna jalan untuk taat dan patuh terhadap peraturan lalu lintas. Hal ini diwujudkan dalam berbagai program kebijakan lalu lintas seperti menaikkan ancaman sanksi hukum bagi pelanggar dan meningkatkan intesitas sidak dan patroli aparat. Hal tersebut tidak diimbangi oleh pelaksanaannya yang profesional di lapangan sehingga berakibat pada bergesernya nilai budaya tertib lalu lintas ke arah yang cenderung negatif dimana peraturan lalu lintas tidak lagi dihormati.

Usaha yang paling tepat dilakukan adalah bagaimana membuat manusia sebagai pengguna jalan bisa berdisiplin dan sadar akan bahaya kecelakaan lalu lintas. Untuk mewujudkan hal ini maka pengendalian sosial melalui pendekatan persuasif perlu digunakan. Melalui penyelenggaraan program – program yang didasarkan pada pendekatan persuasif inilah upaya – upaya preventif terhadap kecelakaan lintas diharapakan dapat lebih dioptimalkan. Selain itu perlu dilakukan upaya pencegahan dari segi teknis untuk mendukung metode pendekatan persuasif. Hal ini dikarenakan upaya pendekatan persuasif tidak dapat segera dirasakan keberhasilannya karena membutuhkan waktu yang relatif lama.

DEFINISI
Pengendalian sosial adalah upaya mengendalikan masyarakat dengan menata hubungan antar masyarakat agar perilakunya yang dilakukan secara sengaja dan sistematis tidak sampai menimbulkan masalah-masalah sosial yang dapat merugikan pihak-pihak lain. Melalui pengertian tersebut diketahui bahwa obyek atau sasaran dari pengendalian sosial ini adalah masalah manusia.

Upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan melalui dua jenis pendekatan yaitu pendekatan koersif dan persuasif. Pendekatan koersif merupakan upaya pengendalian sosial yang ditekankan melalui cara – cara pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman untuk mengubah perilaku masyarakat. Pendekatan persuasif yaitu upaya pengendalian sosial yang ditekankan pada usaha untuk mengajak dan membimbing. (Pertampilan, 2003)

PENYEBAB TINGGINYA ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS
Menurut Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio MSc, Dosen Senior Fakultas Teknik Unibraw, terdapat lima faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peristiwa kecelakaan lalu lintas. Beliau menyebutkan faktor-faktor tersebut yaitu faktor pengemudi (manusia), lalu lintas, jalan, kendaraan dan lingkungan. (http://www.brawijaya.ac.id/ en/8_directory/staf.php?detail=131415580). Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Djoko Susilo menyatakan bahwa perilaku pengendara yang tidak tertib merupakan penyebab kecelakaan lalu lintas terbanyak selama tahun 2007. Dari sebanyak 5.154 peristiwa kecelakaan yang terjadi, 1.388 kasus diantaranya disebabkan karena pengemudi yang tidak tertib. (Media Indonesia, 2008).

Dalam upaya peningkatan ketertiban para pengguna jalan tersebut, pemerintah melakukan upaya pengendalian sosial. Pendekatan koersif merupakan metode pendekatan dimana upaya pengendalian sosial selama ini dititk beratkan. Hal ini dapat dilihat dari upaya – upaya perombakan sistem lalu lintas yang dilakukan seperti menaikkan denda dan ancaman hukuman bagi pelanggar lalu lintas, memperketat pengurusan surat ijin mengemudi, dan surat kelayakan jalan kendaraan bermotor, (Dapat dilihat pada UU No. 14 Tahun 1992), serta meningkatkan intensitas sidak (inspeksi mendadak), dan patroli aparat.

Sebenarnya, melalui pendekatan koersif ini akan dapat diperoleh hasil dalam waktu relatif lebih singkat. Akan tetapi, upaya ini tidak tidak akan efektif selama penegakan hukum lalu lintas masih lemah. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya terjadi praktik penyelewengan hukum antara aparat dengan para pelanggar lalu lintas. Bukan rahasia umum apabila kasus pelanggaran lalu lintas banyak yang tidak diselesaikan sesuai prosedur. Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Prof. Dr. Irjen Pol Farouk Muhammad, (Kompas, 10 Desember 2004), mengungkapkan model tilang yang berlaku saat ini dianggap terlalu birokratis dan prosesnya panjang sehingga menimbulkan biaya tinggi. Kondisi tersebut kerap memunculkan praktik – praktik korupsi yang dilakukan petugas di lapangan dengan pelanggar lalu lalu lintas dimana istilah yang sering digunakan adalah ”damai”. Akibatnya, kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan lalu lintas pun sulit untuk diwujudkan.
Kurangnya aspek pengawasan lalu lintas akibat jumlah polisi lalu lintas yang relatif jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah pengguna jalan juga merupakan penyebab tidak efektifnya upaya penegakan ketertiban lalu lintas melalaui pendekatan koersif selama ini. Seperti diketahui tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia telah mencapai 15% per tahun. (Antara News, 2007).

Di lain pihak, jumlah polisi terlampu sedikit untuk mengawasi pengguna jalan yang banyak yaitu dengan perbandingan 1 : 2.000, (Tempo, 11 Desember 2003), sehingga jangkauan pengawasan menjadi tidak efektif. Karena pada dasarnya jangkauan pengawasan kurang, maka praktik pelanggaran dengan mudahnya dilakukan tanpa terdeteksi oleh aparat.

Akibat dari pendekatan koersif yang tidak diimbangi oleh penegakan hukum yang tegas dan jangkauan pengawasan yang maksimal maka terbentuk sikap pasif dari para pengguna jalan. Sikap pasif di sini dapat juga disebut kepatuhan semu dari pengguna jalan terhadap hukum berlalu lintas sebagai akibat pendekatan koersif yang didasarkan atas asas pemaksaan. Artinya, mereka patuh hanya ketika berada dalam pengawasan perangkat aparat yang mengontrol aktivitas mereka di jalan sehingga tidak ada kesadaran untuk secara aktif menaati peraturan lalu lintas. Padahal, sebenarnya hukum tersebut dibuat demi keselamatan mereka di jalan.

Dengan demikian, praktik pelanggaran lalu lintas seolah menjadi hal yang lumrah dilakukan selama tidak ada pengawasan aparat. Selain itu, praktik ”damai” yang sering dilakukan mengakibatkan proses hukum dari praktik pelanggaran lalu lintas seolah tidak terlalu memberatkan bagi para pelanggar. Karena kondisi yang demikian dibiarkan dalam waktu yang cukup lama, nilai – nilai budaya masyarakat dalam berlalu lintas kemudian bergeser ke arah yang cenderung negatif. Praktik pelanggaran lalu lintas seolah telah mendapat persetujuan secara sosial selama dilakukan di luar pengawasan aparat. Persepsi negatif ini kemudian membudaya secara sistematis dalam masyarakat kita dalam berlalu lintas.

PENDEKATAN PERSUASIF DAN KETERTIBAN LALU LINTAS
Persuasi akan mengubah persepsi sekaligus merekonstruksi budaya berlalu lintas yang dianut masyarakat ke arah positif. Melalui persuasi akan diubah atau dibentuk kembali sikap, keyakinan, opini, atau perilaku dari para pengguna jalan sesuai dengan hasil yang telah ditentukan secara sukarela. Atau dengan kata lain dilakukan upaya pembiasaan untuk tertib berlalu lintas melalui usaha mengajak atau membimbing warga masyarakat. Dengan demikian, melalui persuasi, kebiasaan masyarakat dalam berlalu lintas akan berubah secara otomatis. Hal ini kemudian diikuti dengan kesadaran dan komitmen untuk mematuhi peraturan lalu lintas sehingga efeknya akan tetap dirasakan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu persuasi tidak sama dengan koersi, dimana pada pendekatan secara koersif digunakan alat yang bersifat memaksa untuk mengubah perilaku. Keterpaksaan inilah yang kemudian mengakibatkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dimana tidak bertahan lama.

Hal ini disebabkan perubahan perilaku semata – mata tidak disertai kesadaran. Ketertiban lalu lintas tercipta hanya ketika ada pengawasan aparat.
Walaupun prosesnya membutuhkan waktu yang lama, pendekatan persuasif akan sangat efektif. Hal ini dikarenakan pada saat tujuan persuasi telah tercapai, masyarakat telah dapat bertindak secara aktif untuk menaati rambu – rambu lalu lintas sehingga nantinya peranan aparat dalam mengawasi aktivitas lalu lintas tidak akan terlalu dibutuhkan. Hal ini tentunya dapat menghemat biaya operasional kepolisian.

CONTOH PROGRAM PENDEKATAN PERSUASIF
Penyelenggaraan program – program yang didasarkan pada teknik persuasi merupakan program jangka panjang berkesinambungan yang mana hasil serta manfaatnya tidak dapat langsung dilihat seketika. Berikut beberapa contoh program penerapannya pada dua bidang yaitu malalui pendidikan dan media informasi.

Pendekatan Persuasif Melalui Jalur Pendidikan
Dari analisa perilaku masyarakat Indonesia dalam berlalu lintas perlu adanya penanaman pengetahuan tentang disiplin dan etika dalam berlalu lintas. Oleh karena itu dalam komponen ini direncanakan program untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang lalu lintas melalui kurikulum pendidikan. Untuk prospek jangka panjang keselamatan jalan, tersedianya program pendidikan sangat diperlukan untuk memberikan pengetahuan dan kecakapan menyangkut hal keselamatan lalu lintas.

Pendidikan berupaya menyiapkan anak-anak untuk menghadapi berbagai kasus di tiap tahapan pertumbuhan mereka yang makin meningkat dalam menggunakan jalan, sampai kelak menjadi orang dewasa. Program kurikulum keselamatan lalu lintas dalam pendidikan harus didukung dengan komponen yang memadai. Isi kurikulum harus ditentukan dengan prinsip pendidikan dan mencerminkan kebutuhan setempat tentang masalah keselamatan lalu lintas. Peran polisi juga diperlukan untuk datang ke sekolah-sekolah melakukan penyuluhan dan pendekatan pada siswa.

Pembelajaran secara teoritis tentang keselamatan lalu lintas, dan ceramah-ceramah tidak akan efektif kecuali merupakan suatu pekerjaan yang terus menerus di sekolah melalui program kurikulum yang terstruktur. Tetapi materi kelas juga penting karena siswa tidak akan memberikan perhatian yang cukup tanpa adanya materi. Oleh karena itu bentuk implementasi dari kurikulum pendidikan ini dapat berupa program ”Perjalanan Aman Ke Sekolah”. Program ini dilakukan dengan proses penanaman pengetahuan tentang keselamatan lalu lintas di kelas, memberikan pelatihan singkat, simulasi, dan workshop, kemudian siswa dapat mengamalkannya sewaktu dia berangkat dan pulang dari sekolah.

Penanaman pengetahuan dan simulasi materi dalam program ”Perjalanan Aman Ke Sekolah” harus sesuai dengan umur dan kondisi nyata yang dihadapi siswa dalam berlalu lintas. Contohnya siswa sekolah dasar sebagian besar adalah pejalan kaki dan pengendara sepeda. Jadi yang perlu ditanamkan adalah cara menyeberang di zebra cross, berjalan di pinggir jalan raya, memberhentikan angkutan kota, menghafalkan arti rambu-rambu lalu lintas, mengendarai sepeda yang baik, dan memilih jalur tertentu yang aman untuk bersepeda. Sedangkan siswa sekolah menengah dalam berlalu lintas sudah dipersiapkan untuk menjadi pengemudi sepeda motor maupun mobil pribadi. Pengertian tentang istilah rambu-rambu lalu lintas, dan pengajaran etika yang baik dalam mengendarai sepeda motor merupakan contoh materi yang harus ditanamkan. Sekolah-sekolah menengah hendaknya memfasilitasi siswanya untuk memperoleh SIM dengan cara melakukan pelatihan mengemudi yang bekerja sama dengan polisi dan pihak swasta. Hal ini dapat mengontrol pemberian SIM secara benar. SIM yang biasanya didapatkan dengan tes yang mudah atau dengan ”membeli” dapat diminimalkan.

Tujuan pendidikan tidak berhenti sampai di sini saja. Para siswa yang juga didorong untuk menyebarluaskan informasi dan pengetahuannya tentang kebiasaan berperilaku yang baik dalam berlalu lintas pada anak-anak yang lebih kecil (child to child) dan juga pada orang tuanya. Dengan diajarkannya dasar keselamatan lalu lintas di sekolah-sekolah, anak-anak dipersiapkan untuk membangun pengetahuan tentang lalu lintas, dan sikap positif yang akan mendatangkan manfaat saat anak-anak itu menjadi dewasa dan remaja di masa yang akan datang. Lebih mudah mengajarkan kebiasaan baik di usia dini daripada menyingkirkan kebiasaan buruk nantinya.

Pendekatan Persuasif Melalui Media
Kampanye dan sosialisasi keselamatan lalu lintas dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam berlalu lintas. Tujuan akhir yang dapat diperoleh dari kegiatan kampanye dan sosialisasi adalah mengubah sifat pengguna jalan yang tidak disiplin. Sosialisasi merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk menyampaikan informasi pada orang dewasa, melihat kenyataan selama ini dimana dalam bidang pendidikan belum ada kurikulum keselamatan lalu lintas. Selain itu kampanye dan sosialisasi juga mudah dan dapat direalisasikan segera.

Kampanye dan sosialisasi tentang keselamatan lalu lintas dewasa ini menjadi berkurang, tertutup oleh dominasi kampanye narkoba, aids dan program pemerintah yang lainnya. Seharusnya kampanye kecelakaan lalu lintas juga mendapatkan perhatian ekstra. Kampanye yang dilakukan selama ini hanya terbatas pada ruas-ruas jalan tertentu. Tulisan dan kata-kata yang ditampilkan tidak menarik dan terkesan kaku. Selain itu, kampanye yang dilakukan cenderung tidak mengarah pada sasaran dan kurang terkoordinir. Untuk itu perlu adanya variasi kampanye yang menarik bagi pengguna jalan.

Televisi dan radio merupakan media informasi yang paling efektif untuk publikasi pada masyarakat. Seharusnya kampanye dan sosialisasi lebih ditekankan melalui kedua media tersebut. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah subjek pemberi saran. Seperti diketahui bahwa dalam hukum asosiasi, orang yang lebih dihormati akan mempunyai pengaruh lebih besar terhadap objek yang diberi saran. Disinilah peran tokoh masyarakat, tokoh politik, artis dan pejabat tinggi negara untuk memberikan saran secara langsung pada masyarakat baik dengan kunjungan-kunjungan maupun melaluitelevisi atau radio.

Kalaupun pesan-pesan mengenai keselamatan jalan diberikan di tepi ruas-ruas jalan misalnya melalui reklame dan spanduk atau pada media cetak seperti koran dan majalah, maka sebaiknya menggunakan kaidah-kaidah penyampaian pesan yang sesuai seperti pada contoh berikut:
  1. Hukum kontras : yaitu menggunakan permasalahan yang bertolak belakang dengan apa yang akan disarankan seperti ”MENGEBUT DAPAT MEMPERPENDEK USIA ANDA”.
  2. Hukum Teman : yaitu jika orang dianjurkan oleh teman maka ia akan lebih termotivasi. Prinsip ini dapat diterapkan dengan mengarahkan pemikiran pemakai jalan bahwa polisi yang merupakan penegak hukum adalah teman yang akan memandu kita di jalan agar selamat. Sehingga pengendara lebih mentaati peraturan tidak karena terpaksa. Contoh pesan yaitu ”POLISI SAHABAT ANDA”.
Tanpa adanya perumusan tujuan yang jelas tidak akan mungkin dapat merancang metode evaluasi yang efektif. Kriteria untuk menilai efektifitas dijabarkan melalui menurunnya jumlah kecelakaan, perubahan perilaku di lapangan, dan daya ingat dalam suatu kampanye. Informasi kecelakaan dalam jangka waktu pendek dari mulai kampanye harus menjadi umpan balik untuk kampanye mendatang. Untuk menciptakan sosialisasi yang baik memerlukan keterpaduan antara media – media sarana sosialisasi. Dengan sosialisasi dan kampanye yang baik serta kontinyu diharapkan bisa mempengaruhi sikap pengguna jalan di Indonesia menjadi lebih disiplin.

PERLU DIDUKUNGAN UPAYA TEKNIS
Sebagai tindak lanjut dari pendekatan secara persuasif yang hasilnya baru dapat dirasakan dalam kurun waktu yang relatif lama, upaya – upaya preventif dari segi teknis tetap perlu dilakukan. Upaya teknis yang dimaksud yaitu berkaitan dengan upaya mengkondisikan lingkungan dalam hal ini jalan raya untuk meminimalkan potensi terjadinya kecalakaan lalu lintas. Bentuk dari upaya ini diantaranya yaitu perbaikan kondisi jalan serta penataan jalan.

Perbaikan jalan erat hubungannya dengan kondisi jalan yang rusak, tidak rata, berlubang, terlalu sempit dan tidak sesuai dengan kuantitas arus lalu lintas. Hal – hal tersebut menagkibatkan jalan mempunyai resiko kecelakaan yang tinggi. Sedangkan penataan jalan berhubungan dengan upaya pengendalian arus lalu lintas. Upaya pengendalian arus lalu lintas dianataranya teknik mengurangi kecepatan kendaran (misalnya speed trap, bundaran, pemasangan gerbang, polisi tidur) dan pengendalian arus (misalnya jalur searah, dua arah, kanalisasi). Selain itu pemasangan rambu – rambu lalu lintas yang tepat juga perlu diperhatikan. misalnya yang menandakan jalanan licin, tikungn tajam, dilarang mendahului, batas kecepatan maksimum, dan lain sebagainya.



KESIMPULAN
Pemahaman lama bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab pemerintah melalui Departemen Perhubungan semata perlu dirubah, karena keselamatan lalu lintas pada dasarnya juga merupakan masalah sosial yang melibatkan individu – individu pengguna jalan . Hal ini dikarenakan adanya budaya tidak tertib yang terbentuk sebagai akibat upaya pendekatan koersif yang tidak dimbangi dengan penegakan hukum yang tegas serta pengawasan yang maksimal

Oleh karena itu pendekatan persuasif menjadi pilihan yang tepat dalam membentuk kebiasaan pada masyarakat untuk secara aktif tertib berlalu lintas. Usaha-usaha peningkatan keselamatan lalu lintas melalui pendekatan persuasif paling tidak memerlukan koordinasi antara pemerintah dengan sistem sosial di masyarakat seperti lembaga pendidikan, lembaga agama, media, keluarga dan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu upaya preventif dari segi teknis juga perlu dilakukan karena upaya pendekatan persusif tolak ukur keberhasilannya tidak dapat dirasakan dalam waktu dekat.

REFERENSI
Antara News, 2007, ”Polisi Harapkan Pemerintah Kendalikan Jumlah Kendaraan”, 5 November, dalam http://www.antara.co.id/arc/2007/11/5/polri-harapkan-pemerintah-kendalikan-jumlah-kendaraan/, dikunjungi : 23 Januari 2008
http://www.brawijaya.ac.id/en/8_directory/staf.php?detail=131415580, dikunjungi 20 Januari 2008
http://www.hubdat.web.id/webktd/DKTJ.pdf, dikunjungi : 23 Januari 2008
Iskandar Abubakar, 2005. Kerusakan Lingkungan Yang Diakibatkan Oleh Sumber Transportasi. dalam http://www.kpbb.org/makalah_ind/ Kerusakan%20%20Lingkungan%20yang%20Diakibatkan%20oleh%20Sumber%20Transportasi.pdf, dikunjungi : 20 Januari 2008
Kompas, 2004, ”Polisi Luncurkan Tilang Model Baru”, 10 Desember
Media Indonesia, 2008, ”Perilaku Tidak Tertib Dominasi Kecelakaan 2007”, 5 Januari
Pertampilan, 2003. Sistem Pengendalian Sosial. Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Sumatra Utara
Tempo, 2003, ”250 Polisi Lalu Lintas Awasi Jalur Busway”, 11 Desember
Thomas pulungan dan Yani A, 2007, ”Pembunuh Utama Kaum Muda”, 22 Juli, dalam http://www.seputar-indonesia.com/ dikunjungi 20 Januari 2008
Dwi Rahmayanti dkk., 2005, “Upaya Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Di Indonesia Dengan Pendekatan Persuasi”, Karya Tulis Ilmiah Bidang IPS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

CATATAN PENULIS
Melalui karya tulis ini saya sempat dipertemukan dengan sejumlah orang-orang hebat dari kalangan akademisi dari seluruh penjuru Negeri. Saya mendoakan semoga teman-teman semua selalu sehat wal afiat dimanapun kalian berada. Semoga ada kesempatan bagi kita untuk berjumpa lagi.


CARA MENAMBAH GADGET FITUR AQUARIUM PADA BLOGSPOT

Beberapa teman bertanya mengenai cara memasang fitur aquarium seperti yang ada di blog saya.

Cara memasangnya adalah dengan cara masuk ke dashboard --> Design --> Page Elements ---> Add a Gadget.

Setelah muncul halaman Add a Gadget, maka ketikkan di menu search pada halaman tersebut kata "fish", maka muncullah beberapa pilihan. Pilihlah fitur yang berjudul "Fish", lalu tambahkan.

Kemudian akan muncul menu setting fitur "fish". Di dalam menu setting ini Anda bisa menentukan jumlah ikan, judul Gadget, warna background, dan warna makanan ikan.

Apabila anda ingin menambahkan background berupa image (gambar) pada aquarium Anda, semacam seperti yang ada di blog saya, maka tinggal dicari gambar di internet dan di-copy linknya ke menu background image. Akan tetapi saya menyarankan agar gambar image untuk background ini bisa Anda ambil baik dari internet atau gambar pribadi Anda dimana kemudian gambar image tersebut Anda simpan di image hosting pribadi Anda seperti misalnya di www.photobucket.com. Dari image hosting dengan account pribadi Anda inilah anda mengambil link gambar background aquarium.

Sekian tutorial singkat saya, silakan dicoba.

Selasa, 22 Maret 2011

LOMBA DESAIN SEPEDA

Ketika mengutak-atik file-file lama, saya menemukan gambar desain sepeda yang pernah saya buat. Gambar desain sepeda ini saya buat dengan menggunakan AutoCad dalam rangka mengikuti sebuah lomba desain sepeda pada saat saya masih di kuliah dulu. Ada tiga buah gambar desain sepeda yang saya buat dan saya kirimkan ke dalam ajang tersebut.

OTOCYCLE
Ide desain sepeda ini terpikir ketika melihat sepeda scooter teletubbies. Saya punya ide untuk membuat sepeda scooter yang bisa juga difungsikan seperti sepeda biasa (dipedal) sewaktu-waktu.
Sebagai Scooter


Sebagai Sepeda Biasa

SEPEDA PORTABLE
Desain sepeda didasarkan pada konsep sepeda lipat, yang mudah dijinjing dan dibawa kema-mana.

SPIDERBIKE
Gambar sepeda ini pernah saya posting di posting sebelumnya. Untuk melihatnya bisa dilihat di sini.

DAN PEMENANGNYA ADALAH.....
Setelah melihat daftar desain sepeda yang masuk nominasi, ternyata saya baru sadar kalau desain saya ternyata tidak ada apa-apanya. he...he..he...
Barangkali desainnya memang terlalu kaku atau terlalu khayal.
Bisa dilihat di daftar mereka yang masuk nominasi di bawah ini.


Ya...barangkali masih belum rejeki.

Kamis, 17 Maret 2011

KAPAN MENIKAH?




Terdapat sebuah anekdot lucu yang pernah disampaikan oleh salah seorang rekan kerja di kantor. Anekdotnya adalah sebagai berikut.

Pada suatu ketika, seorang pemuda lajang bertemu dengan seorang yang dituakan (Orang Tua) di suatu pesta pernikahan. Si Orang Tua, yang mengetahui bahwa si Pemuda belum kunjung menikah, kemudian berkata kepada pemuda tersebut, "Kapan nyusul?".

Mendengar sapaan si Orang Tua tersebut, si Pemuda pun senyum-senyum tersipu malu tidak menjawab, lalu diapun menghilang dari jangkauan pandangan si Orang Tua.

Maklum, si Pemuda memang merupakan lajang tulen di kampung. Bukan karena dia tidak mau menikah atau karena kurang usahanya, tetapi karena memang belum ada wanita yang merespon i'tikad baiknya.

Pada kesempatan yang lain, kedua orang ini bertemu kembali, namun kali ini mereka bertemu dalam suatu acara pemakaman seorang warga kampung yang meninggal dunia. Kemudian si Pemuda pun tanpa basa-basi menyapa si Orang Tua dan berkata, "Kapan nyusul, Pak?".


Anekdot di atas, dapat dikategorikan sebagai ungkapan sinisme dan sentimentil. Dimana seorang pemuda melakukan suatu sindiran serangan balik kepada si Orang Tua dengan menyampaikan suatu ungkapan yang sama, namun dalam kondisi berbeda.

Akan tetapi, di dalam anakedot tersebut, apabila bisa kita renungkan lebih jauh, sebenarnya terkadung suatu pesan. Hal ini bisa dijelaskan sebagai berikut.

Seseorang bisa saja telah melakukan usaha-usaha sebatas apa yang bisa dia lakukan untuk melakukan suatu kebaikan. Kebaikan ini bisa berupa apa saja sesuai dengan norma yang berlaku di tengah masyarakat, misalnya seperti yang diceritakan dalam anekdot di atas, kebaikan itu adalah menikah.

Namun, bisa saja Allah SWT belum menghendaki orang tersebut untuk berhasil melakukan kebaikan yang diinginkannya tersebut. Bentuk dari hal ini bisa berupa terdapat suatu halangan (udzur) misalnya karena belum punya penghasilan, belum mendapat restu orang tua, ada permasalahan keluarga, dan yang semacamnya. Atau bisa juga karena ada kebaikan lainnya yang lebih prioritas bagi dirinya untuk dilakukan.

Akan tetapi, seringkali masyarakat sekitar memberikan penilaian secara sepihak, tanpa adanya kemauan untuk menelusuri lebih jauh mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi pada diri seseorang.

Masyarakat telah kehilangan society wisdom (kebijaksanan sosial), dimana yang sering ditampilkan oleh masyarakat kita saat ini adalah lebih merupakan bentuk dari pandangan-pandangan sentimentil mereka terhadap lingkungan sekitarnya.

Seringkali masyarakat memaksakan suatu kebaikan pada seseorang dari sudut pandang mereka sendiri. Padahal, apabila kita bisa memahami kondisi orang lain, barangkali kita bisa mengetahui sebenarnya kebaikan apa yang terbaik untuk diri seseorang dalam suatu kondisi yang sedang dia hadapi sekarang.

Dengan cara berpikir yang seperti ini, maka akan terbentuk suatu masyarakat yang berbudayakan cara berpikir solutif atau mampu memberikan solusi terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di tengah-tengah mereka, bukan masyarakat yang gemar mengomentari tanpa adanya solusi.

Informasi-informasi yang didapat akan ditelusuri lebih jauh sehingga mendekati pada fakta, menganalisanya sesuai tingkat pemahamannya, sehingga akan dapat dirumuskan suatu solusi.

Sedangkan yang terjadi pada masyarakat saat ini adalah mereka mendapat informasi, lalu sesegera itu juga mereka menyampaikannya kepada orang lain, maka hal inilah yang kemudian membentuk social judgment (penilaian soial) yang dangkal terhadap seseorang. Padahal informasi itu belum tentu informasi yang benar, atau informasinya benar tetapi kurang lengkap.

QS. Al Hujurat ayat 6: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Dalam kasus anekdot di atas, si Orang Tua mendapatkan informasi bahwa si Pemuda lajang belum menikah, maka dia pun langsung memberikan komentarnya yang menyuruh si Pemuda lajang untuk segera menikah. Padahal barangkali ada informasi lainnya mengenai si Pemuda tersebut, yang belum diketahui oleh si Orang Tua, misalkan: orang tua atau saudara si Pemuda sedang manghadapi masalah, si Pemuda belum mempunyai penghasilan yang memadai untuk menikah, si Pemuda sedang memprioritaskan untuk melanjutkan sekolah, dan lain sebagainya.

Apabila si Orang Tua mau untuk menelusuri lebih lanjut informasi mengenai si Pemuda tersebut, lalu dia menganalisanya berdasarkan tingkat kebijaksanaan yang dia miliki, tentu si Orang Tua akan mengeluarkan komentar-komentar yang lebih konstruktif atau motifatif.

LOMBA POSTER K3

Terdapat lomba design poster tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan kerja) tahun 2011 di kantor. Mengetahui hal ini, langsung ada niatan dalam diri saya untuk mengikuti lomba ini. Selanjutnya saya mencoba mencari inspirasi untuk membuat poster yang sesuai dengan tema K3. Setelah dipikir-pikir dan diimajinasikan, oh saya ada ide!

Saya cari gambar spiderman, lalu dapatlah gambar berikut.

Selanjutnya saya mengumpulkan sejumlah model sebisa yang saya dapatkan di kantor. Saya meminta tolong rekan kerja untuk berpose selayaknya spiderman seperti gambar di atas, tetapi dengan memakai body harness. Akan tetapi tentu saja tidak dalam posisi bergelantungan seperti dalam gambar spiderman di atas. Saya tidak sekejam itu friend.

Lalu saya minta dia lagi untuk berpose dengan mengenakan helm safety yang memiliki tali pengaman atau tali pengikat.

Model yang lain saya minta untuk mengenakan helm safety yang berwarna putih.

Model-model tersebut saya rahasiakan identitasnya karena menyangkut privasi. He...he..he...(Sebenarnya takut kena marah karena pasang tampang orang tanpa bayar).

Selanjutnya saya ambil sejumlah item dari foto-foto para model, yaitu body harness, tali helm safety, dan helm safety warna putih. Dan dengan sedikit sentuhan modifikasi grafis....

Jadilah poster K3 yang saya maksud seperti dalam imajinasi saya yaitu sebagai berikut.

Poster ini cukup kompeten dalam Lomba K3 tahun 2011 kali ini, dimana masuk dalam nominasi juara. Hadiahnya juga lumayan buat beli gorengan untuk dimakan bersama rekan-rekan sekantor.

Kamis, 10 Maret 2011

HANA TAJIMA, JAPANESE GIRL MUSLIMAH



Seorang wanita cantik blasteran Jepang-Ingris memperkenalkan suatu mode berbusana muslimah yang trendi tanpa harus meninggalkan kaidah-kaidah syariah Islam. Dia adalah Hana Tajima Simpson.

Hana Tajima memulai profesi sebagai desaigner semenjak berumur 5 tahun. Kedua orang tuanya adalah seniman. Kondisi ini merupakan potensi yang baik bagi Hana kecil untuk mengembangkan bakat seninya.

Pada saat Hana berumur 17 tahun, sekitar 6 tahun lalu, dia memeluk islam. Sebelum mengucap dua kalimat syahadat, Hana adalah seorang pemeluk Kristen. Ia tumbuh di daerah pedesaan di pinggiran Devon yang terletak di sebelah barat daya Inggris. Di tempat tinggalnya itu tidak ada seorang pun warga yang memeluk Islam.Persentuhannya dengan Islam terjadi ketika Hana melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

Dalam pandangan Hana saat itu, teman-temannya yang beragama Islam terlihat berbeda. bagi Hana, mereka terlihat menjaga jarak dengan beberapa mahasiswa tertentu. Mereka juga menolak ketika diajak untuk pergi ke pesta malam di sebuah klub. Hana memandang hal itu justru sangat menarik. Terlebih, teman-temannya yang Muslim dianggap sangat menyenangkan saat diajak berdiskusi membahas materi kuliah. Menurut dia, mahasiswa Muslim lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca di perpustakaan ataupun berdiskusi.

Dari teman-teman Muslim itulah, secara perlahan Hana mulai tertarik dengan Islam. Sejak saat itu pula, Hana mulai mempelajari Islam dari sumbernya langsung, yakni Alquran. Dalam Alquran yang dipelajarinya, ia menemukan fakta bahwa ternyata kitab suci umat Islam ini lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

“Di dalamnya saya menemukan berbagai referensi seputar isu-isu hak perempuan. Semakin banyak saya membaca, semakin saya menemukan diriku setuju dengan ide-ide yang tertulis di belakangnya dan aku bisa melihat mengapa Islam mewarnai kehidupan mereka,” ungkapnya.

Rasa kagumnya terhadap ajaran-ajaran yang terdapat di dalam Alquran pada akhirnya membuat Hana memutuskan untuk memeluk Islam.

Tak semua Muslimah tergerak untuk menutup auratnya dengan mengenakan jilbab. Namun bagi Hana Tajima, jilbab adalah identitas seorang Muslimah. “Saya mulai mengenakan jilbab pada hari yang sama di saat saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Ini merupakan cara yang terbaik untuk membedakan kehidupan saya di masa lalu dengan kehidupan di masa depan,” paparnya seperti dikutip dari hijabscarf.blogspot.com.

Keputusannya untuk mengenakan jilbab kontan memancing reaksi beragam dari orang-orang di sekitarnya, terutama teman dekatnya. Sebelum mengenakan jilbab, Hana paham betul dengan semua konotasi negatif yang disematkan kepada orang-orang berjilbab.

Dalam blog pribadinya Hana mengakui bahwa menjadi seorang Muslimah di sebuah negara Barat dapat sedikit menakutkan, terutama ketika para mata di sekitarnya menatap dengan tatapan aneh.

"Being a Muslimah in a western country can be a bit daunting especially when it comes to the stares!" Ungkap dia. (-Menjadi Muslimah di negara barat cukup menakutkan terutama ketika kita terlihat di muka umum)

Maklum saja, di negara-negara Barat, sebagian penduduknya telah terjangkit Islamofobia. Tak sedikit, Muslimah yang mengalami diskriminasi dan pelecehan saat mengenakan jilbab. Bahkan, di Jerman beberapa waktu lalu, seorang Muslimah dibunuh di pengadilan karena mempertahankan jilbab yang dikenakannya. (Berita mengenai ini salah satunya bisa dilihat di sini)

Peristiwa-peristiwa semacam ini tentunya menjadi teror bagi setiap kaum muslimah yang ingin mengenakan jilbab. Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi bagi Hana Tajima untuk bisa memberikan kontribusi demi memotivasi kaum muslimah.

“I wanted to create something that would help Muslimah’s everywhere keep motivated.” ujar Hana. - (Saya ingin membuat sesuatu yang akan membantu setiap muslimah dimanapun termotivasi)

Kini, label "Maysaa" yang dibawanya telah dilepas ke pasar dunia dan mendapat apresiasi positif. Bukan hanya dari kalangan Muslimah sendiri, namun juga dari kalangan di luar Islam. Hana dan "Maysaa"-nya telah menjadi ikon busana muslimah di seluruh dunia.

Pada tonguechic.com Hana berpesan kepada seluruh kaum muslimah, "Don't get caught up in what looks good on other people, just to fit in. You have to find something you're comfortable with, a look that expresses your personality."
(-jangan terjebak pada apa yang menurut pandangan orang bagus, dan kemudian menyusuaikan dirimu terhadap pandangan tersebut. Kamu harus menemukan suatu cara berpenampilan yang membuatmu nyaman, yang mengekspresikan kepribadianmu).

Kepribadian seorang Muslimah dapat dilihat dari cara dia berbusana yang sesuai dengan syariah Islam, yaitu dengan mengenakan jilbab. Seorang Muslimah yang beriman tentunya akan merasa nyaman apabila dia menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.


REFERENSI

BAGAIMANA CARA MENJADI ORANG CERDAS


Kecerdasan merupakan suatu kelebihan yang dimiliki seseorang . kecerdasan ini diamanahkan oleh Allah kepada manusia, agar manusia bisa menjalankan fungsinya di muka bumi ini yaitu sebagai khalifah (pemimpin). Manusia ditugaskan sebagai pengelola segala sesuatu yang ada di muka bumi ini.

Orang yang cerdas adalah orang yang bisa memberikan suatu solusi yang cemerlang dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi.

Masyarakat saat ini mempunyai suatu paradigma mengenai kecerdasan, yaitu segala sesuatu yang menyangkut tingkat pendidikan seseorang. Seorang yang telah memiliki gelar pendidikan yang tinggi akan dihormati dan dielu-elukan bahwa dia adalah orang yang cerdas dan akan lebih bisa memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat dibandingkan dengan orang yang tidak mengenyam pendidikan.

Untuk bisa menempati suatu posisi tertentu di pemerintahan, seseorang harus memiliki kualifikasi pendidikan tinggi tertentu. Dalam kasus yang lain, seseorang lulusan perguruan tinggi yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan mudah harus memiliki IPK yang lebih tinggi atau sama dengan 3,00 dalam skala 4,00.

Namun kenyataan sekarang yang ada, yaitu memang banyak orang yang berpendidikan tinggi, namun semakin banyak pula kemerosotan moral terjadi. Kejahatan-kejahatan berbalut intelektual, penyelewengan hak, hingga beragam penyalahguanaan sarana teknologi merupakan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari kita. Apakah hal ini diakibatkan oleh terlalu banyak orang yang cerdas?

Lantas, bagaimana halnya orang yang cerdas yang digambarkan oleh Rasulullah. Simak hadis barikut.
Ibnu Umar RA. berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW. bersama sepuluh orang, lalu salah seorang dari kaum Anshar bertanya kepada Beliau, ‘Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’. (HR Ibnu Majah).

Dengan mengingat kematian, seseorang akan berupaya untuk memanfaatkan waktunya dengan baik. Dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya, apalagi menggunakan waktunya untuk bermaksiat kepada Allah. Waktu tidak bisa kita ulangi kembali, sedangkan kematian pun bisa datang-datang sewaktu-waktu tanpa bisa diduga-duga. Sehingga setiap detik akan terasa berharga untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Waktu yang tersedia akan dicurahkan sepenuhnya untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Segala sesuatu yang dikerjakannya dalam kehidupan sehari-hari akan dia tujukan sebagai suatu bentuk ibadah dan sebagai suatu upaya untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Setiap hal yang dilakukan seorang hamba Allah haruslah merupakan suatu bentuk amal perbuatan yang baik. Untuk bisa mengetahui bagaimana cara beramal yang baik, dan hal-hal apa saja yang dapat diamalkan untuk kebaikan, orang yang cerdas akan selalu mencari tahu, dia akan selalu belajar.

Al Baqarah ayat 164: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Segala yang diciptakan oleh Allah adalah mengandung ilmu yang harus digali oleh manusia untuk mendapatkannya. Dengan bekal ilmu ini manusia kemudian mengamalkannya sebagai upaya untuk meningkatkan derajatnya di hadapan Allah.

Dari sini kita akan mengetahui bahwa orang yang cerdas seperti ini, tentunya akan menjadi orang yang senantiasa memberikan kontribusi yang posistif bagi masyarakat dimana dia tinggal. Dia akan menjadi teladan bagi masyakatnya dan juga bertindak sebagai penggerak kegiatan-kegiatan posistif di tengah, masyarakat. Tidak hanya itu, ia juga akan menjadi motivator bagi orang-orang sekitarnya untuk bisa juga menjadi lebih cerdas daripadanya, sehingga akan tercipta suatu proses regenarasi manusia cerdas yang berkelanjutan.

Senin, 07 Maret 2011

HOMESICK




Bagi mereka yang tinggal jauh dari tempat kelahiran, dalam suatu taraf tertentu dan dalam suatu waktu tertentu akan mengalami apa yang disebut sebagai homesick.

Sebuah makalah yang ditulis oleh Chris Thurber dan juga Edward Walton dalam jurnal American Academy of Pediatrics menuturkan bahwa rindu kampung halaman (homesickness) didefinisikan sebagai penderitaan atau kesengsaraan dan penurunan fungsional yang disebabkan oleh pemisahan dirinya dengan rumah atau objek-objek tertentu.

"Mereka yang menderita kondisi ini umumnya merasakan beberapa bentuk kecemasan, kesedihan dan kegelisahan. Dan yang paling jelas adalah pikiran obsesif terhadap keasyikan di rumah," ungkap Thurber, seperti dikutip dari CNN, Rabu (15/9/2010).

Para ahli menuturkan bahwa rindu yang tercipta belum tentu selalu tentang rumah, karena bisa saja ia merindukan sesuatu tentang lingkungan, atau teman-temannya. Homesick ini bisa juga disebabkan karena merasa kehilangan momen-momen bersama orang-orang terdekat, keluarga, teman, pacar. Misalnya tidak bisa hadir saat temannya menikah atau memiliki anak. Selain itu lingkungan baru dengan aktivitas yang berbeda dengan lingkungan sebelumnya membuat seseorang merasa asing di lingkungan tersebut. Kebiasaan lama yang kemudian berubah atau hilang di tempat baru juga bisa membuat orang merasa homesick. Jadi homesick ini tidak sama persis dengan suatu penyakit.

"Homesick berasal dari kebutuhan naluriah seseorang mengenai cinta, perlindungan, keamanan, perasaan dan kualitas yang biasanya berhubungan dengan rumah. Ketika kualitas tersebut tidak ada di lingkungan yang baru, maka seseorang akan mulai merasakan ada sesuatu yang hilang," ujar Josh Klapow, seorang psikolog klinis dan profesor dari University of Alabama's School of Public Health.

Klapow menuturkan seseorang tidak hanya merasa kehilangan rumah, tapi merasa kehilangan sesuatu yang normal, rutinitas dan ruang sosial yang lebih besar yang dapat membantunya bertahan hidup.

"Homesick adalah suatu emosi spontan yang bisa dirasakan dampaknya oleh orang dewasa dan anak-anak, sehingga dibutuhkan periode waktu tertentu agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru," ungkap Thurber.

Perasaan homesick ini akan membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan melankolis. Ia cenderung mendramatisir perasaan sedih yang dialaminya. Ia akan mudah merasa terisolasi, sedih, dan kosong. Selain berpengaruh pada kondisi mental kejiwaan seseorang, homesick juga bisa mempengaruhi kondisi tubuh. Seseorang yang dilanda homesick biasanya akan mudah kehilangan nafsu makan hingga menyebabkan berat badannya berkurang, selalu merasa pusing, hingga sakit perut tiba-tiba.

Perasaan seperti ini bisa bertahan dalam jangka waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu. Semuanya itu tergantung dari kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi kondisi homesick ini, salah satunya adalah faktor orangtua. Karena itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua agar homesick anaknya tidak bertambah buruk, yaitu:
  1. Usahakan untuk menghindari ekspresi kecemasan di depan anak, tapi cobalah untuk menunjukkan rasa optimisme mengenai pengalaman yang berhasil dilaluinya.
  2. Jangan terlalu sering menelepon. Panggilan telepon bisa menjadi bumerang, mendengar orangtua atau anaknya menangis bisa memperburuk rasa kerinduang yang muncul.
  3. Doronglah anak untuk mencari teman dan dukungan dari orang-orang yang dipercayainya di lingkungan baru. Hal ini bisa membantunya memudahkan proses transisi.
  4. Usahakan untuk tidak membuat janji akan menjemputnya bisa timbul rasa rindu, karena hal ini akan menurunkan kemungkinan kesuksesan si anak di lingkungan baru.
Namun jika rasa rindu tersebut muncul, seseorang bisa melakukan beberapa tips berikut untuk mengatasinya, yaitu:
  1. Eksplor tempat baru. Belilah peta atau petunjuk jalan. Carilah tempat-tempat menarik seperti situs kebudayaan, tempat nongkrong, komunitas, museum, pameran seni, tempat makan, hingga event-event seru yang biasa diadakan di kota tempatmu tinggal yang baru ini. Eksplorlah bersama teman-teman disana. Jangan biarkan dirimu berdiam diri sendiri di rumah sambil terus bersedih hati. Lakukan hal yang menyenangkan sekaligus menantang. Aktifkan dirimmu. Semakin kamu mengenal kota barumu itu, semakin kamu akan merasa disanalah rumahmu yang baru. Dan semakin cepat kamu menyatu dengan tempat barumu, maka akan semakin cepat perasaan homesick hilang.
  2. Lakukan berbagai kegiatan, misalnya mengikuti kegiatan sosial atau aktivitas di luar kantor, hal ini bisa membantu melupakan rasa rindu dan menambah teman baru. Lakukan kegiatan outdoor yang menyenangkan seperti berjalan, berlari, bersepeda, berenang, dan menari. Selain akan memperkuat hubungan sosial dengan anggota yang lain.
  3. Membentuk rutinitas sendiri, misalnya dengan tidur lebih cepat atau melakukan rutinitas baru lainnya.
  4. Berbicara dengan seseorang yang bisa memahami dan memiliki perasaan yang sama.
  5. Melakukan sesuatu agar bisa merasa lebih dekat dengan rumah, misalnya meletakkan foto anggota keluarga atau membawa beberapa barang dari rumah.
  6. Tetap jaga hubungan dengan keluarga dan teman terdeka. Jangan berusaha untuk menghilangkan perasaan homesick. Justru rasa homesick ini akan tetap menjaga komunikasi dan hubunganmu dengan kerabat dan terman terdahulu yang berada jauh darimu. Cobalah untuk mempertahankan hubungan yang pernah terjalin dahulu, berbagilah cerita tentang kehidupan barumu. Komunikasi yang konsisten dengan keluarga dan teman di kampung halaman akan membuatmu selalu merasa disayangi dan akan tetap merasa seimbang.

Referensi
http://health.detik.com/read/2010/09/15/160057/1441112/766/mengatasi-rasa-homesick?ld991107763
http://uzix-boysunderlife.blogspot.com/2010/11/cara-mengatasi-homesick.html#more
http://bumblebeebiz.blogspot.com/2010/11/cara-mengatasi-homesick.html