Ketika membahas dampak lingkungan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, perhatian publik biasanya tertuju pada kebutuhan listriknya.
Hal tersebut memang beralasan. AI membutuhkan komputasi besar untuk melatih model, menyimpan data, dan melayani permintaan pengguna. International Energy Agency memperkirakan konsumsi listrik pusat data global dapat meningkat dari sekitar 485 TWh pada 2025 menjadi sekitar 950 TWh pada 2030. Pertumbuhan AI menjadi salah satu pendorong utamanya.
Namun listrik bukan satu-satunya sumber daya yang digunakan.
Pusat data juga dapat membutuhkan air untuk:
- Membuang panas dari server.
- Mengoperasikan menara pendingin.
- Menjaga temperatur serta kelembapan fasilitas.
- Menghasilkan listrik yang digunakan pusat data.
- Membersihkan dan memelihara sistem pendinginan.
Meski demikian, pernyataan bahwa setiap aktivitas AI selalu “meminum” air dalam jumlah besar juga perlu diluruskan.
Tidak semua pusat data menggunakan metode pendinginan yang sama. Ada fasilitas yang memakai pendinginan evaporatif dengan konsumsi air cukup besar, tetapi ada pula pusat data yang menggunakan sistem tertutup atau pendinginan kering dengan konsumsi air langsung sangat rendah.
Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:
Berapa banyak air yang digunakan AI?
Pertanyaan yang lebih lengkap adalah:
Di mana AI dijalankan, teknologi pendinginan apa yang digunakan, dan dari sumber listrik mana energinya berasal?
Mengapa Server AI Menghasilkan Banyak Panas?
Pusat data AI berisi server dengan chip komputasi berperforma tinggi, seperti GPU, TPU, dan berbagai akselerator AI.
Chip tersebut menjalankan operasi matematika dalam jumlah sangat besar untuk:
- Melatih model AI.
- Menghasilkan teks, gambar, audio, dan video.
- Menganalisis data.
- Menjalankan aplikasi berbasis AI.
- Melayani permintaan pengguna secara waktu nyata.
Sebagian besar energi listrik yang masuk ke perangkat komputasi pada akhirnya berubah menjadi panas.
Semakin tinggi daya sebuah rak server, semakin besar panas yang harus dibuang. Beban AI juga cenderung mempunyai kepadatan daya lebih tinggi dibandingkan banyak aplikasi pusat data tradisional.
Jika panas tidak dikelola dengan baik, akibatnya dapat berupa:
- Penurunan kinerja chip.
- Bertambahnya kesalahan komputasi.
- Pemendekan umur perangkat.
- Penghentian otomatis sistem.
- Kerusakan komponen.
- Gangguan layanan.
Pendinginan karena itu bukan sekadar fasilitas tambahan. Pendinginan merupakan bagian utama dari keandalan operasional pusat data.
Apakah Semua Data Center AI Menggunakan Air?
Tidak selalu.
Hampir seluruh pusat data membutuhkan mekanisme untuk membuang panas, tetapi media dan metode yang digunakan dapat berbeda.
Hal yang sering membingungkan adalah perbedaan antara:
- Pendinginan perangkat di dalam pusat data.
- Pemindahan panas dari perangkat menuju sistem fasilitas.
- Pelepasan panas dari fasilitas menuju lingkungan.
Sebuah server dapat didinginkan menggunakan udara, tetapi fasilitasnya masih menggunakan menara pendingin berbasis air.
Sebaliknya, chip dapat didinginkan menggunakan cairan dalam sirkuit tertutup, sementara panas akhirnya dilepaskan melalui pendingin kering yang hampir tidak mengonsumsi air.
Karena itu, istilah “pendinginan cair” tidak otomatis berarti penggunaan air lebih boros.
Bagaimana Data Center AI Didinginkan?
1. Pendinginan udara
Pendinginan udara menggunakan kipas untuk mengalirkan udara dingin melewati server.
Udara panas kemudian diarahkan kembali menuju unit pendingin.
Sistem ini relatif sederhana dan telah lama digunakan. Namun kepadatan daya rak AI yang semakin tinggi membuat udara lebih sulit membawa seluruh panas secara efisien.
Pendinginan udara tetap dapat digunakan pada beban tertentu, tetapi mungkin membutuhkan:
- Kipas lebih kuat.
- Ruang lebih besar.
- Pengaturan lorong panas dan dingin.
- Temperatur udara lebih rendah.
- Konsumsi listrik pendinginan yang lebih tinggi.
Perlu diingat, sistem pendinginan udara di dalam ruang server masih dapat terhubung ke chiller dan menara pendingin yang menggunakan air.
2. Pendinginan evaporatif
Pendinginan evaporatif memanfaatkan penguapan air untuk menurunkan temperatur udara atau membuang panas.
Ketika air menguap, panas diserap dari sistem.
Metode ini dapat menggunakan energi lebih sedikit dibandingkan sebagian sistem pendinginan mekanis. Namun air yang telah menguap tidak langsung kembali ke sumber lokal sehingga dikategorikan sebagai konsumsi air.
Sistem berbasis menara pendingin termasuk salah satu sumber utama konsumsi air langsung pusat data.
3. Chilled-water cooling
Dalam sistem ini, air dingin bersirkulasi melalui pipa menuju unit penukar panas.
Air tidak dituangkan langsung ke server. Air berfungsi membawa panas dari ruang server menuju sistem pendingin.
Sirkuit utama dapat digunakan berulang kali. Namun fasilitas masih dapat kehilangan air melalui:
- Penguapan di menara pendingin.
- Pembuangan sebagian air untuk menjaga kualitas.
- Kebocoran.
- Pemeliharaan.
4. Direct-to-chip liquid cooling
Pada sistem direct-to-chip, pelat dingin ditempatkan langsung pada chip atau komponen yang menghasilkan panas tinggi.
Cairan membawa panas dengan lebih efisien dibandingkan udara.
Teknologi ini cocok untuk rak AI berdaya tinggi karena dapat:
- Mengurangi kebutuhan kipas.
- Meningkatkan kepadatan server.
- Membuang panas lebih dekat dari sumbernya.
- Menggunakan temperatur cairan yang lebih tinggi.
- Mempermudah pemanfaatan kembali panas.
Namun konsumsi air akhirnya tetap ditentukan oleh cara fasilitas membuang panas dari sirkuit tersebut.
5. Immersion cooling
Dalam immersion cooling, server atau komponennya ditempatkan di dalam cairan dielektrik yang tidak menghantarkan listrik.
Panas dipindahkan langsung dari komponen ke cairan.
Metode ini berpotensi meningkatkan efisiensi pendinginan dan mengurangi penggunaan kipas. Namun fasilitas tetap memerlukan sistem untuk membuang panas dari cairan tersebut menuju lingkungan.
Jadi, immersion cooling tidak otomatis berarti pusat data bebas air. Hasilnya tergantung pada desain sistem pelepasan panas.
Air Tidak Hanya Digunakan di Lokasi Data Center
Jejak air pusat data dapat dibagi menjadi beberapa lapisan.
Konsumsi air langsung
Air digunakan di dalam fasilitas, terutama untuk pendinginan, pelembapan, dan pemeliharaan.
Konsumsi air tidak langsung
Listrik yang digunakan pusat data dapat berasal dari pembangkit yang juga membutuhkan air.
Pembangkit termal, termasuk sebagian pembangkit batu bara, gas, dan nuklir, dapat menggunakan air untuk pendinginan. Waduk pembangkit listrik tenaga air juga mengalami kehilangan air akibat penguapan.
Dengan demikian, pusat data yang tidak menggunakan air untuk pendinginan di lokasinya belum tentu memiliki jejak air total yang rendah.
LBNL memperkirakan pusat data Amerika Serikat menggunakan sekitar 66 miliar liter air secara langsung pada 2023. Pada tahun yang sama, jejak air tidak langsung akibat pembangkitan listrik diperkirakan mendekati 800 miliar liter. Data tersebut mencakup seluruh pusat data Amerika Serikat, bukan hanya fasilitas AI.
Air dalam rantai pasok
Air juga digunakan untuk:
- Produksi semikonduktor.
- Pembuatan server.
- Produksi baterai cadangan.
- Pembangunan gedung.
- Produksi baja dan beton.
Jejak tersebut sering disebut sebagai embodied water atau air yang tertanam dalam rantai produksi.
Metrik operasional pusat data biasanya tidak memasukkan seluruh penggunaan air tersebut.
Water Withdrawal dan Water Consumption Tidak Sama
Dua istilah ini sering dipertukarkan, padahal artinya berbeda.
Water withdrawal
Jumlah air yang diambil dari sungai, danau, air tanah, jaringan air kota, atau sumber lainnya.
Sebagian air tersebut dapat dikembalikan setelah digunakan.
Water consumption
Bagian air yang tidak segera dikembalikan ke sumber lokal, misalnya karena:
- Menguap.
- Menjadi bagian dari produk.
- Dipindahkan ke daerah lain.
- Tidak dapat digunakan kembali dalam waktu dekat.
Dalam sistem menara pendingin, sebagian air diuapkan. Volume tersebut biasanya dihitung sebagai konsumsi air.
Perbedaan ini penting karena suatu fasilitas dapat mengambil air dalam jumlah besar, tetapi mengembalikan sebagian besar volumenya. Sebaliknya, fasilitas dengan pengambilan lebih kecil dapat mengonsumsi proporsi air yang lebih besar.
Apa Itu Water Usage Effectiveness?
Efisiensi air pusat data biasanya diukur menggunakan Water Usage Effectiveness atau WUE.
Secara sederhana:
WUE = konsumsi air pusat data dibagi energi listrik peralatan teknologi informasi
Satuannya umumnya liter per kilowatt-hour atau L/kWh.
Semakin rendah WUE, semakin sedikit air langsung yang digunakan untuk setiap kWh energi perangkat IT.
Namun angka WUE tidak dapat dinilai sendirian.
WUE dipengaruhi oleh:
- Teknologi pendinginan.
- Temperatur dan kelembapan.
- Lokasi pusat data.
- Efisiensi server.
- Tingkat pemanfaatan server.
- Sumber air.
- Jam operasi.
- Musim.
- Cara panas dilepaskan.
LBNL memperkirakan rata-rata WUE langsung pusat data Amerika Serikat berada sedikit di atas 0,36 L/kWh pada 2023. Nilainya diproyeksikan dapat meningkat menjadi sekitar 0,45–0,48 L/kWh karena pertumbuhan pusat data hyperscale dan sistem AI berpendingin cair. Angka tersebut merupakan hasil pemodelan dan tidak mewakili setiap fasilitas.
PUE Rendah Belum Tentu Berarti WUE Rendah
Power Usage Effectiveness atau PUE mengukur efisiensi energi pusat data.
PUE = total listrik fasilitas dibagi listrik perangkat IT
PUE mendekati 1 menunjukkan semakin sedikit energi tambahan yang digunakan untuk pendinginan, kelistrikan, pencahayaan, dan fasilitas pendukung.
Masalahnya, teknologi yang menghemat listrik belum tentu menghemat air.
Pendinginan berbasis penguapan dapat memberikan PUE lebih baik karena menggunakan lebih sedikit listrik. Namun metode tersebut dapat meningkatkan konsumsi air.
Sebaliknya, pendinginan kering dapat mengurangi konsumsi air di lokasi, tetapi memerlukan lebih banyak listrik, terutama pada cuaca panas.
LBNL menekankan adanya pertukaran antara efisiensi energi dan efisiensi air. Evaluasi pusat data karena itu perlu memperhitungkan PUE, WUE langsung, serta air yang digunakan untuk menghasilkan listrik.
Berapa Banyak Air yang Digunakan Satu Permintaan AI?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk seluruh pertanyaan AI.
Jumlah air per permintaan dapat berbeda sangat jauh karena dipengaruhi oleh:
- Model yang digunakan.
- Panjang input dan jawaban.
- Apakah sistem menghasilkan teks, gambar, atau video.
- Jenis chip.
- Tingkat pemanfaatan server.
- Lokasi pusat data.
- Waktu permintaan.
- Metode pendinginan.
- Sumber listrik.
- Efisiensi model.
Kajian LBNL pada 2025 menemukan bahwa penggunaan air pada tingkat beban kerja dapat berbeda lebih dari 10.000 kali lipat. Faktor penentunya mencakup efisiensi server, sumber listrik, pemanfaatan perangkat, jenis pendinginan, iklim, dan umur server.
Karena itu, klaim seperti:
“Satu pertanyaan AI pasti menghabiskan satu botol air”
tidak dapat diterapkan secara universal.
Google melaporkan bahwa berdasarkan metodologinya sendiri, median satu permintaan teks pada aplikasi Gemini menggunakan sekitar 0,26 mililiter air pada periode pengukuran tertentu. Perhitungan tersebut memasukkan energi server, perangkat pendukung, kapasitas menganggur, dan pendinginan. Angka ini hanya menggambarkan sistem serta metodologi Google dan tidak boleh dianggap sebagai angka rata-rata seluruh layanan AI.
Jawaban singkat, pembuatan video, dan pelatihan model besar jelas memiliki kebutuhan komputasi yang berbeda.
Pelatihan dan Inferensi Memiliki Pola Berbeda
Pelatihan model
Pelatihan dilakukan untuk membangun atau memperbarui kemampuan model AI.
Prosesnya dapat melibatkan banyak akselerator yang bekerja selama berhari-hari atau berminggu-minggu.
Beban komputasinya besar, tetapi biasanya terjadi pada periode tertentu.
Inferensi
Inferensi terjadi setiap kali model digunakan untuk menghasilkan jawaban atau keluaran.
Satu permintaan mungkin menggunakan sumber daya lebih kecil daripada pelatihan. Namun jumlah inferensi dapat mencapai jutaan atau miliaran permintaan.
Dalam layanan populer, total konsumsi inferensi dapat menjadi sangat besar karena berlangsung terus-menerus.
Membandingkan dampak lingkungan AI karena itu perlu memperhitungkan keduanya.
Bagaimana Google Mengelola Konsumsi Air?
Google menyatakan menyeimbangkan penggunaan energi dan air ketika memilih metode pendinginan pusat datanya.
Pada 2025, proyek pengelolaan air perusahaan tersebut dilaporkan mengembalikan sekitar 7,7 miliar galon air, setara sekitar 78 persen dari konsumsi air tawar operasi globalnya pada tahun tersebut. Angka ini mencakup operasi Google secara luas dan bukan hanya pusat data AI.
Pendekatan yang digunakan dapat berbeda berdasarkan lokasi, antara lain:
- Air daur ulang.
- Pendinginan udara.
- Air laut pada fasilitas tertentu.
- Proyek pemulihan daerah aliran sungai.
- Pengurangan penggunaan air tawar.
- Peningkatan efisiensi komputasi.
Klaim “mengembalikan air” juga tidak berarti molekul air yang sama dimasukkan kembali ke lokasi serta waktu penggunaannya.
Kualitas program perlu dinilai berdasarkan relevansi proyek dengan kondisi daerah aliran sungai setempat.
Bagaimana Microsoft Mengurangi Penggunaan Air?
Microsoft mengukur efisiensi air pusat datanya menggunakan WUE.
Perusahaan melaporkan rata-rata WUE pusat data miliknya turun dari sekitar 2,3 L/kWh pada generasi awal menjadi 0,27 L/kWh pada 2025. Microsoft juga menargetkan peningkatan efisiensi intensitas air pusat data sebesar 40 persen pada 2030. Angka tersebut merupakan laporan perusahaan atas armada pusat datanya sendiri.
Microsoft juga mengembangkan desain pusat data baru dengan sistem pendinginan sirkuit tertutup yang tidak menggunakan air untuk pendinginan setelah sistem diisi. Perusahaan memperkirakan desain tersebut dapat menghindari penggunaan sekitar 125.000 meter kubik air per tahun pada setiap fasilitas tertentu.
Namun sistem tanpa konsumsi air langsung dapat membutuhkan lebih banyak energi pada kondisi tertentu. Dampak totalnya harus dihitung berdasarkan iklim dan sumber listrik setempat.
Apakah Air Daur Ulang Dapat Menjadi Solusi?
Salah satu cara mengurangi tekanan terhadap air bersih adalah menggunakan:
- Air limbah perkotaan yang telah diolah.
- Air industri yang memenuhi standar.
- Air hujan.
- Air dengan kualitas nonpotabel.
- Air laut pada desain yang sesuai.
Air pendingin tidak selalu harus memiliki kualitas air minum.
Penggunaan air daur ulang dapat mengurangi persaingan dengan kebutuhan rumah tangga. Namun penggunaannya tetap membutuhkan:
- Jaringan pipa.
- Instalasi pengolahan.
- Kontrol kualitas.
- Pengendalian korosi dan kerak.
- Pengelolaan limbah konsentrat.
- Izin lingkungan.
Air daur ulang juga belum tentu tersedia dalam jumlah cukup di setiap lokasi.
Apakah Liquid Cooling Menjadi Solusi Terbaik?
Pendinginan cair semakin penting karena rak AI mempunyai kepadatan panas tinggi.
Keunggulannya meliputi:
- Transfer panas lebih baik.
- Penggunaan kipas lebih sedikit.
- Kemampuan menangani chip berdaya tinggi.
- Potensi PUE lebih rendah.
- Peluang memanfaatkan panas buang.
Namun teknologi ini bukan solusi tunggal.
Sistem pendinginan cair masih harus menentukan bagaimana panas akhirnya dibuang:
| Pelepasan panas | Penggunaan air langsung | Kebutuhan energi |
|---|---|---|
| Menara pendingin evaporatif | Relatif tinggi | Relatif efisien |
| Dry cooler | Sangat rendah | Dapat lebih tinggi |
| Sistem hibrida | Tergantung kondisi | Menengah |
| Air laut atau permukaan | Tergantung desain | Tergantung lokasi |
| Pemanfaatan panas | Berpotensi mengurangi pembuangan | Memerlukan pengguna panas |
Pilihan terbaik bergantung pada kondisi lokasi, bukan hanya jenis chip.
Mengapa Lokasi Data Center Sangat Penting?
Pusat data di daerah dingin dapat memanfaatkan udara luar untuk pendinginan selama lebih banyak jam.
Sebaliknya, fasilitas di daerah panas dan lembap menghadapi tantangan lebih besar karena udara luar tidak selalu cukup dingin untuk membuang panas.
Lokasi juga menentukan:
- Ketersediaan air.
- Risiko kekeringan.
- Kualitas air.
- Harga listrik.
- Bauran energi.
- Risiko banjir.
- Jaringan telekomunikasi.
- Kedekatan dengan pengguna.
- Peluang pemanfaatan panas.
Studi LBNL menunjukkan bahwa iklim, teknologi pendinginan, efisiensi server, dan sumber listrik dapat membuat jejak air beban kerja digital berbeda secara sangat besar.
Membangun pusat data di lokasi dengan harga lahan murah belum tentu menjadi keputusan yang berkelanjutan jika daerah tersebut mengalami tekanan air.
Dampak terhadap Masyarakat Lokal
Secara global, konsumsi air pusat data mungkin terlihat kecil dibandingkan pertanian atau penggunaan perkotaan.
Namun dampaknya bersifat lokal.
Pusat data besar dapat mengambil air dari sumber yang sama dengan:
- Rumah tangga.
- Pertanian.
- Industri.
- Rumah sakit.
- Ekosistem.
- Penyediaan air saat musim kemarau.
Masalah dapat terjadi ketika permintaan pusat data terkonsentrasi pada satu daerah dan meningkat ketika kondisi sedang panas.
Pada cuaca panas, kebutuhan pendinginan dapat naik bersamaan dengan kebutuhan air serta listrik masyarakat.
Karena itu, laporan penggunaan air tahunan saja belum selalu cukup. Evaluasi juga perlu melihat:
- Penggunaan bulanan.
- Penggunaan saat musim kemarau.
- Jam beban puncak.
- Kondisi daerah aliran sungai.
- Sumber air yang digunakan.
- Dampak terhadap tarif air.
- Kapasitas pasokan darurat.
Apakah Data Center Mengembalikan Air yang Bersih?
Air dari sistem pendingin tidak selalu langsung dibuang setelah satu kali penggunaan.
Dalam sirkuit tertutup, air dapat digunakan berulang kali.
Namun sebagian air perlu dikeluarkan untuk mengendalikan konsentrasi:
- Mineral.
- Garam.
- Bahan kimia.
- Mikroorganisme.
- Produk korosi.
Air buangan tersebut disebut blowdown dan harus dikelola sesuai kualitasnya.
Sistem pendinginan juga dapat menggunakan bahan kimia untuk:
- Mengendalikan kerak.
- Mencegah korosi.
- Menghambat pertumbuhan mikroba.
Karena itu, penilaian lingkungan tidak boleh hanya menghitung volume air, tetapi juga kualitas air buangan dan cara pengolahannya.
Pertumbuhan Data Center di Indonesia
Indonesia sedang mendorong pertumbuhan pusat data untuk mendukung ekonomi digital, komputasi awan, layanan pemerintahan, dan AI.
Laporan Kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut kapasitas pusat data Indonesia pada 2025 berada di kisaran 370 MW, atau sekitar 1,3 watt per kapita. Kementerian menilai penguatan energi berkelanjutan dan teknologi efisiensi menjadi bagian penting dalam ekspansi berikutnya.
Rencana Strategis Komdigi 2025–2029 memperkirakan kebutuhan kapasitas pusat data dapat mencapai sekitar 1.410 MW pada 2029. Pertumbuhan tersebut dipicu peningkatan konsumsi data, ekonomi digital, komputasi awan, dan AI.
Komdigi bersama industri juga mulai membahas standar pusat data berkelanjutan yang mencakup efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.
Dengan pertumbuhan beberapa kali lipat tersebut, kebutuhan air tidak boleh dianggap sebagai isu tambahan yang baru diperiksa setelah fasilitas dibangun.
Tantangan Data Center AI di Indonesia
Indonesia memiliki iklim tropis yang panas dan lembap. Kondisi ini dapat membatasi penggunaan pendinginan udara luar dibandingkan wilayah beriklim dingin.
Selain itu, banyak investasi pusat data terkonsentrasi di:
- Jabodetabek.
- Bekasi dan Karawang.
- Batam.
- Kawasan industri tertentu.
Konsentrasi tersebut dapat menambah tekanan terhadap listrik, air baku, jaringan, dan lahan pada lokasi yang sama.
Tantangan lain meliputi:
- Ketergantungan pada air tanah atau jaringan air kota.
- Perubahan ketersediaan air saat musim kemarau.
- Banjir.
- Kualitas air yang berbeda antarwilayah.
- Persaingan dengan kebutuhan domestik dan industri.
- Kebutuhan energi untuk pengolahan air.
- Keterbatasan air daur ulang.
Karena itu, izin dan kajian lingkungan seharusnya tidak hanya mencantumkan kapasitas listrik serta luas bangunan.
Kajian juga perlu menjelaskan:
- Sumber air.
- Volume penarikan dan konsumsi.
- WUE yang ditargetkan.
- Kondisi musim kemarau.
- Sistem daur ulang.
- Kualitas air buangan.
- Rencana ketika pasokan air terganggu.
- Dampak kumulatif dari beberapa pusat data dalam kawasan yang sama.
Apakah Data Center Harus Dibangun di Daerah yang Banyak Air?
Tidak selalu.
Ketersediaan air hanya salah satu pertimbangan.
Pusat data juga membutuhkan:
- Listrik andal.
- Koneksi serat optik.
- Keamanan.
- Lahan.
- Risiko bencana rendah.
- Kedekatan dengan pengguna.
- Tenaga kerja.
- Kepastian regulasi.
Lokasi dengan banyak air juga belum tentu tepat jika ekosistemnya sensitif atau masyarakat masih kesulitan memperoleh air bersih.
Pilihan yang lebih baik adalah menyesuaikan desain pendinginan dengan daya dukung lokasi.
Pusat data di wilayah dengan tekanan air tinggi dapat memprioritaskan sistem pendinginan kering, sirkuit tertutup, atau air daur ulang meskipun biaya energinya mungkin lebih besar.
Cara Membuat Data Center AI Lebih Hemat Air
1. Meningkatkan efisiensi model AI
Model yang lebih efisien membutuhkan lebih sedikit komputasi untuk menghasilkan keluaran yang sama.
Pendekatannya dapat berupa:
- Model yang disesuaikan dengan tugas.
- Kuantisasi.
- Kompresi.
- Mixture-of-experts.
- Pengurangan perhitungan yang tidak diperlukan.
- Penggunaan kembali hasil komputasi.
Mengurangi listrik server biasanya juga mengurangi panas dan kebutuhan pendinginan.
2. Meningkatkan utilisasi server
Server yang menyala tetapi jarang digunakan tetap membutuhkan listrik dan pendinginan.
Pengelolaan beban yang baik memungkinkan lebih banyak pekerjaan diselesaikan menggunakan jumlah perangkat lebih kecil.
3. Memilih perangkat keras yang efisien
Chip baru dapat memberikan komputasi lebih besar per watt.
Namun penggantian perangkat terlalu sering juga menambah dampak produksi dan limbah elektronik. Keputusan harus mempertimbangkan siklus hidup secara menyeluruh.
4. Menggunakan pendinginan cair tertutup
Direct-to-chip atau immersion cooling dapat meningkatkan kemampuan membawa panas dan mengurangi kebutuhan kipas.
Sistem dapat dipadukan dengan dry cooler untuk menurunkan konsumsi air langsung.
5. Menggunakan air daur ulang
Air bersih sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat.
Ketika memungkinkan, pusat data dapat menggunakan air limbah terolah atau sumber nonpotabel.
6. Menggunakan sistem hibrida
Pendinginan kering digunakan ketika temperatur memungkinkan. Pendinginan evaporatif hanya diaktifkan ketika kondisi sangat panas.
Pendekatan ini dapat menyeimbangkan konsumsi listrik dan air.
7. Menjadwalkan beban fleksibel
Pelatihan AI dan pekerjaan komputasi nonmendesak dapat dijalankan ketika:
- Temperatur lebih rendah.
- Pasokan listrik lebih bersih.
- Sistem air tidak sedang mengalami tekanan.
- Kapasitas energi tersedia.
8. Memanfaatkan panas buang
Panas dari pusat data dapat digunakan untuk:
- Pemanasan bangunan.
- Air panas.
- Proses industri bertemperatur rendah.
- Pengeringan.
- Budidaya tertentu.
Peluang ini lebih mudah diterapkan jika pusat data berada dekat pengguna panas.
9. Melaporkan WUE secara transparan
Operator sebaiknya melaporkan:
- WUE tahunan.
- WUE bulanan.
- Penarikan air.
- Konsumsi air.
- Sumber air.
- Persentase air daur ulang.
- Penggunaan air saat musim kering.
- Jejak air listrik.
- Target dan realisasi.
Data agregat global dapat menyembunyikan masalah pada satu lokasi tertentu.
Standar Data Center Hijau Tidak Boleh Hanya Mengukur Listrik
Penilaian pusat data berkelanjutan sering terlalu berfokus pada PUE.
Padahal fasilitas dengan PUE rendah belum tentu mempunyai dampak air yang rendah.
Standar yang lebih lengkap perlu memasukkan:
| Indikator | Fungsi |
|---|---|
| PUE | Mengukur efisiensi energi fasilitas |
| WUE | Mengukur konsumsi air per energi IT |
| CUE | Mengukur emisi karbon terkait energi |
| Persentase air daur ulang | Mengukur penggunaan sumber nonpotabel |
| Konsumsi air musiman | Menilai tekanan saat musim kering |
| Intensitas air listrik | Menghitung air tidak langsung |
| Pemanfaatan panas | Mengukur penggunaan kembali panas buang |
| Tingkat pemulihan air | Menilai sirkulasi serta penggunaan ulang |
Pemerintah juga perlu membedakan fasilitas yang memakai air tawar berkualitas tinggi dengan fasilitas yang menggunakan air limbah terolah.
Mitos tentang Konsumsi Air AI
“Setiap pertanyaan AI menghabiskan satu botol air”
Tidak ada angka universal.
Penggunaan air berbeda menurut model, pusat data, pendinginan, listrik, lokasi, dan waktu pemrosesan.
“Pendinginan cair selalu menghabiskan lebih banyak air”
Tidak selalu.
Cairan dapat bersirkulasi dalam sistem tertutup. Konsumsi air terutama ditentukan oleh cara panas dilepaskan ke lingkungan.
“Data center tanpa air berarti tidak mempunyai jejak air”
Belum tentu.
Pembangkit listrik dan produksi perangkat keras dapat menggunakan air.
“Air yang digunakan cooling tower dapat terus dipakai selamanya”
Tidak.
Sebagian menguap dan sebagian perlu dibuang untuk menjaga kualitas sistem.
“Air daur ulang tidak aman digunakan”
Air daur ulang dapat digunakan untuk pendinginan apabila telah diolah sesuai standar teknis dan lingkungan.
“Pusat data adalah pengguna air terbesar”
Secara nasional, sektor lain seperti pertanian biasanya menggunakan air jauh lebih besar.
Namun pusat data dapat mempunyai dampak penting secara lokal ketika konsumsi terkonsentrasi di wilayah dengan tekanan air.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa AI membutuhkan air?
AI dijalankan pada server yang menghasilkan panas. Air dapat digunakan untuk membawa atau membuang panas tersebut. Air juga dapat digunakan secara tidak langsung oleh pembangkit listrik.
Apakah ChatGPT dan chatbot lain menggunakan air setiap kali menjawab?
Permintaan AI membutuhkan komputasi dan listrik. Jejak airnya bergantung pada pusat data dan sumber listrik yang melayani permintaan tersebut.
Tidak ada angka tunggal yang berlaku bagi seluruh chatbot.
Berapa liter air yang digunakan satu data center?
Jumlahnya sangat bervariasi.
Kapasitas fasilitas, metode pendinginan, iklim, utilisasi server, dan sumber listrik menentukan hasilnya. Data perlu dilaporkan per fasilitas menggunakan WUE serta konsumsi tahunan dan musiman.
Apakah data center dapat beroperasi tanpa air?
Bisa untuk pendinginan langsung jika menggunakan sistem kering atau sirkuit tertutup.
Namun jejak air tidak langsung dari listrik dan produksi peralatan tetap dapat ada.
Mana yang lebih baik, pendinginan udara atau cairan?
Tidak ada jawaban universal.
Pendinginan cair lebih efektif untuk chip berdaya tinggi. Pendinginan udara mungkin memadai untuk beban lebih rendah. Sistem pembuangan panas akhirnya menentukan konsumsi energi dan air.
Apakah air laut dapat digunakan?
Bisa pada lokasi dan desain tertentu.
Namun diperlukan perlindungan terhadap korosi, dampak ekosistem laut, temperatur pembuangan, dan kebutuhan pemompaan.
Apakah AI dapat membantu menghemat air?
AI dapat mengoptimalkan temperatur, aliran cairan, kipas, pompa, dan jadwal beban.
Namun penghematan harus diukur berdasarkan data aktual, bukan hanya klaim teknologi.
Kesimpulan
Data center AI dapat membutuhkan air dalam jumlah besar karena server berdaya tinggi menghasilkan panas yang harus dibuang secara terus-menerus.
Namun tidak seluruh fasilitas mempunyai konsumsi yang sama.
Jejak air AI dipengaruhi oleh:
- Efisiensi model.
- Jenis chip.
- Utilisasi server.
- Metode pendinginan.
- Iklim.
- Lokasi.
- Sumber air.
- Bauran pembangkit listrik.
- Cara pengelolaan air buangan.
Air juga digunakan secara tidak langsung untuk menghasilkan listrik. Dalam sejumlah analisis, jejak air dari pembangkitan listrik bahkan jauh lebih besar daripada konsumsi langsung di dalam pusat data.
Karena itu, menyebut satu angka penggunaan air untuk setiap pertanyaan AI dapat menyesatkan tanpa penjelasan metodologi.
Bagi Indonesia, pertumbuhan pusat data merupakan peluang ekonomi yang besar. Namun peningkatan kapasitas dari ratusan menjadi lebih dari seribu megawatt juga akan membawa kebutuhan listrik, air, jaringan, dan lahan yang jauh lebih besar.
Pembangunan pusat data seharusnya disertai:
- Kajian daya dukung air.
- Pemilihan lokasi yang tepat.
- Penggunaan air daur ulang.
- Sistem pendinginan sesuai kondisi lokal.
- Pelaporan WUE.
- Pengelolaan air buangan.
- Efisiensi komputasi.
- Pasokan listrik rendah karbon.
- Perlindungan kebutuhan air masyarakat.
Pertanyaan masa depan bukan hanya:
Seberapa cerdas AI dapat dikembangkan?
Pertanyaan yang sama pentingnya adalah:
Berapa besar sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan kecerdasan tersebut, dan siapa yang menanggung dampaknya?
AI yang berkelanjutan bukan sekadar AI yang menggunakan listrik lebih sedikit.
AI yang berkelanjutan juga harus menggunakan air secara efisien, transparan, dan tidak mengorbankan kebutuhan masyarakat serta ekosistem lokal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan beri komentar barupa kritik dan saran yang membangun demi kemajuan blog saya ini.