Telur dadar keriting ala warteg memiliki daya tarik tersendiri. Bentuknya tidak selalu rapi, tetapi justru di situlah letak kelezatannya. Bagian pinggirnya biasanya garing, teksturnya renyah, dan rasanya gurih saat disantap bersama nasi hangat.
Saat sedang ingin menikmati masakan sederhana ala warteg, saya mencoba membuat telur dadar keriting sendiri di rumah. Hasilnya memang belum sempurna karena telur sempat agak hancur saat dibalik. Namun, dari percobaan tersebut saya jadi memahami bahwa kunci membuat telur dadar keriting yang renyah ada pada minyak yang cukup banyak, wajan yang panas, dan cara menuang adonan telur.
Berikut resep telur dadar keriting ala warteg yang bisa dicoba di rumah.
Bahan-Bahan
Telur 2 butir
Bawang merah 3 siung
Bawang putih 3 siung
Cabai rawit 3 buah, atau sesuai selera pedas
Cabai keriting 3 buah
Garam himalaya secukupnya
Merica bubuk secukupnya
Minyak goreng non-sawit secukupnya
Pada resep ini, saya menggunakan minyak beras atau rice bran oil. Jumlah minyak yang digunakan sekitar 150–200 ml, atau secukupnya sampai telur dapat sedikit terendam saat digoreng.
Cara Membuat Telur Dadar Keriting
Ulek bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai keriting hingga agak halus.
Pecahkan telur, lalu tuang ke dalam mangkuk.
Masukkan bumbu yang sudah diulek ke dalam mangkuk berisi telur.
Tambahkan garam dan merica bubuk secukupnya.
Kocok adonan telur hingga bumbu tercampur rata.
Tuang minyak ke dalam wajan, lalu panaskan dengan api sedang cenderung besar.
Setelah minyak benar-benar panas, tuang adonan telur secara perlahan dari jarak agak tinggi.
Biarkan telur mengembang dan bagian pinggirnya mulai keriting.
Setelah bagian bawah telur berwarna kuning kecokelatan dan cukup kokoh, balik telur dengan hati-hati.
Goreng sisi lainnya hingga matang dan renyah.
Angkat telur, tiriskan, lalu sajikan selagi hangat.
Tips agar Telur Dadar Lebih Keriting dan Renyah
Agar hasil telur dadar lebih mirip telur dadar warteg, gunakan minyak yang cukup banyak. Minyak yang terlalu sedikit membuat telur sulit mengembang dan pinggirannya tidak terlalu keriting.
Pastikan minyak sudah panas sebelum adonan telur dituang. Jika minyak belum cukup panas, telur akan lebih mudah menyerap minyak dan teksturnya menjadi kurang renyah.
Cara menuang adonan juga berpengaruh. Tuang telur dari jarak agak tinggi agar adonan menyebar, membentuk serabut, dan menghasilkan tekstur keriting pada bagian pinggirnya.
Saat membalik telur, tunggu sampai bagian bawah benar-benar kokoh. Jika terlalu cepat dibalik, telur bisa mudah robek atau hancur.
Saran Penyajian
Telur dadar keriting ala warteg ini paling nikmat disajikan bersama nasi putih hangat, sambal, lalapan, atau sayur tumis sederhana. Menu ini juga cocok menjadi lauk praktis ketika ingin makan enak tanpa perlu memasak terlalu rumit.
Walaupun bentuknya tidak selalu rapi, rasa gurih dan tekstur renyahnya tetap bisa membuat makan menjadi lebih lahap.
Kesimpulan
Telur dadar keriting ala warteg adalah menu sederhana yang mudah dibuat di rumah. Dengan bahan dasar telur, bawang, cabai, garam, merica, dan minyak panas yang cukup banyak, kita bisa membuat lauk yang gurih, renyah, dan cocok untuk menu harian.
Jika hasil pertama belum sempurna, tidak masalah. Telur yang agak hancur pun tetap bisa enak disantap. Dari percobaan tersebut, kita bisa belajar cara mengatur panas minyak, jumlah minyak, dan teknik membalik telur agar hasil berikutnya lebih baik.
Selamat mencoba.