Sabtu, 14 Desember 2019

Romantisme Rasulullah ﷺ: Teladan Cinta Halal dalam Rumah Tangga

Ketika membahas romantisme, banyak orang langsung membayangkan kisah cinta dalam film, novel, drama, atau budaya populer. Romantisme sering digambarkan melalui kata-kata manis, perhatian, pengorbanan, dan kemesraan antara dua orang yang saling mencintai.

Namun, bagi seorang Muslim, teladan terbaik dalam cinta dan kasih sayang tetaplah Rasulullah ﷺ. Beliau bukan hanya teladan dalam ibadah, dakwah, kepemimpinan, dan akhlak, tetapi juga teladan dalam memperlakukan istri dengan penuh kelembutan.

Romantisme Rasulullah ﷺ adalah romantisme yang halal, penuh adab, dan berada dalam ikatan pernikahan. Cinta yang beliau ajarkan bukan sekadar perasaan, tetapi juga tanggung jawab, kasih sayang, penghormatan, pelayanan, kesetiaan, dan akhlak mulia.

Romantisme dalam Islam Itu Ada

Sebagian orang mengira bahwa Islam hanya membahas hukum dan larangan, seolah-olah tidak memberi ruang untuk cinta dan kemesraan. Padahal, Islam sangat menghargai cinta yang ditempatkan pada jalan yang benar.

Islam tidak mematikan rasa cinta. Islam mengarahkannya agar menjadi berkah.

Cinta kepada pasangan menjadi indah ketika dibangun dalam pernikahan. Perhatian menjadi ibadah ketika diberikan kepada pasangan yang halal. Nafkah menjadi pahala. Senyum kepada istri menjadi kebaikan. Membantu pekerjaan rumah menjadi bagian dari akhlak mulia.

Dengan demikian, romantisme dalam Islam bukan sesuatu yang tabu. Yang perlu dijaga adalah batasannya. Cinta yang halal membawa ketenangan, sedangkan cinta yang melanggar syariat dapat membuka pintu kerusakan.

Cinta Setelah Menikah Lebih Berkah

Dalam banyak kisah populer, cinta sering digambarkan sebelum pernikahan. Hubungan yang belum halal dianggap sebagai puncak romantisme. Padahal, dalam Islam, hubungan laki-laki dan perempuan memiliki batasan sebelum menikah.

Islam mengajarkan agar cinta dijaga melalui jalan yang terhormat. Jika seseorang mencintai, maka jalan terbaik adalah menikah jika sudah mampu dan siap. Dengan pernikahan, cinta tidak hanya menjadi perasaan, tetapi menjadi ibadah dan amanah.

Romantisme yang dibangun setelah menikah lebih menenangkan karena berada dalam ridha Allah. Suami dan istri dapat saling mencintai, saling memperhatikan, saling membantu, dan saling menguatkan tanpa rasa bersalah.

Inilah cinta yang halal dan penuh keberkahan.

Rasulullah ﷺ Lembut kepada Istri

Salah satu sisi indah dari rumah tangga Rasulullah ﷺ adalah kelembutan beliau kepada istri-istrinya. Beliau adalah nabi, pemimpin umat, panglima, dan manusia paling sibuk dalam dakwah. Namun, kesibukan itu tidak membuat beliau kasar kepada keluarga.

Beliau tetap memperhatikan istri, membantu urusan rumah, bercanda dengan cara yang baik, dan menunjukkan kasih sayang.

Keteladanan ini penting bagi para suami. Menjadi laki-laki yang tegas di luar rumah tidak berarti harus keras kepada istri. Menjadi pemimpin keluarga bukan berarti boleh bersikap semena-mena. Pemimpin yang baik adalah yang melindungi, menyayangi, dan membimbing keluarganya.

Membantu Pekerjaan Rumah

Salah satu bentuk romantisme yang sering dilupakan adalah membantu pekerjaan rumah. Dalam kehidupan modern, banyak orang mengira romantis hanya berarti hadiah, kata-kata manis, atau makan malam berdua. Padahal, membantu pasangan dalam pekerjaan harian juga merupakan bentuk cinta yang nyata.

Rasulullah ﷺ dikenal membantu pekerjaan keluarganya. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bukan sesuatu yang hina bagi laki-laki. Justru, membantu istri adalah bagian dari akhlak mulia.

Seorang suami yang membantu membersihkan rumah, mengurus anak, menyiapkan kebutuhan keluarga, atau meringankan beban istri sedang menunjukkan kasih sayang yang nyata.

Kadang, bagi seorang istri, bantuan kecil lebih bermakna daripada kata-kata panjang.

Memanggil Pasangan dengan Panggilan yang Baik

Romantisme juga dapat hadir melalui panggilan yang lembut. Rasulullah ﷺ memberi contoh bagaimana memanggil istri dengan panggilan yang baik dan penuh kedekatan.

Dalam rumah tangga, panggilan yang baik dapat memperkuat kasih sayang. Sebaliknya, panggilan yang kasar, merendahkan, atau penuh sindiran dapat melukai hati pasangan.

Suami dan istri sebaiknya membiasakan ucapan yang lembut. Memanggil dengan nama yang disukai, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan mendoakan pasangan adalah bentuk cinta yang sederhana tetapi besar pengaruhnya.

Rumah tangga yang hangat sering dimulai dari lisan yang terjaga.

Makan dan Minum Bersama

Kebersamaan dalam hal sederhana juga bisa menjadi bentuk romantisme. Makan bersama, minum bersama, duduk bersama, dan berbincang dengan pasangan adalah hal kecil yang dapat memperkuat ikatan hati.

Dalam kehidupan rumah tangga, tidak semua romantisme harus mahal. Tidak harus selalu bepergian jauh atau membeli hadiah besar. Kadang, duduk bersama setelah hari yang melelahkan, saling mendengar cerita, dan makan dengan tenang sudah cukup membuat hati terasa dekat.

Rasulullah ﷺ memberi teladan bahwa kemesraan dalam rumah tangga dapat muncul dari momen-momen sederhana.

Menemani Pasangan Saat Sakit

Cinta yang sejati terlihat saat pasangan berada dalam keadaan lemah. Ketika sehat dan bahagia, mencintai terasa mudah. Namun, ketika pasangan sakit, lelah, sedih, atau menghadapi masalah, di situlah kesetiaan diuji.

Menemani pasangan yang sakit adalah bentuk kasih sayang yang sangat besar. Memberi perhatian, menanyakan keadaan, membantu kebutuhan, dan mendoakan kesembuhan adalah bagian dari akhlak rumah tangga.

Rasulullah ﷺ mengajarkan perhatian dan kelembutan kepada keluarga. Seorang suami dan istri seharusnya saling menjadi tempat pulang, bukan saling menambah beban.

Mengajak Istri dalam Perjalanan

Dalam beberapa riwayat, Rasulullah ﷺ mengajak istri beliau dalam perjalanan tertentu. Ini menunjukkan bahwa istri bukan hanya orang yang ditinggal di rumah, tetapi juga pasangan hidup yang dihargai keberadaannya.

Dalam kehidupan sekarang, bentuknya bisa sederhana. Misalnya mengajak pasangan menghadiri acara keluarga, berjalan bersama, belanja kebutuhan rumah, atau sekadar keluar menikmati suasana.

Yang penting bukan tempatnya, tetapi perhatian dan kebersamaannya.

Pasangan yang sering meluangkan waktu bersama akan lebih mudah membangun komunikasi yang baik.

Tetap Romantis dalam Kondisi Berbeda

Rumah tangga tidak selalu berada dalam suasana ideal. Ada hari-hari ketika pasangan lelah, sakit, berbeda pendapat, atau sedang tidak nyaman. Dalam kondisi seperti itu, romantisme bukan berarti selalu tertawa dan bahagia, tetapi tetap menjaga kelembutan.

Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa kasih sayang kepada istri tidak hilang hanya karena kondisi tertentu. Beliau tetap memperlakukan istri dengan baik, menjaga perasaan, dan tidak mudah bersikap kasar.

Ini pelajaran penting. Cinta dalam rumah tangga bukan hanya tentang momen indah, tetapi juga tentang kemampuan menjaga akhlak saat suasana tidak mudah.

Hadiah dan Perhatian

Memberi hadiah adalah salah satu cara memperkuat kasih sayang. Hadiah tidak harus mahal. Sesuatu yang sederhana tetapi diberikan dengan tulus bisa membuat pasangan merasa dihargai.

Hadiah bisa berupa barang, makanan kesukaan, waktu khusus, bantuan, atau perhatian yang selama ini dibutuhkan pasangan.

Dalam Islam, memberi hadiah dianjurkan karena dapat menumbuhkan cinta. Dalam rumah tangga, hadiah menjadi salah satu cara menunjukkan bahwa pasangan tidak dilupakan.

Namun, hadiah terbaik tetaplah akhlak yang baik. Barang bisa rusak, tetapi akhlak yang lembut akan lama dikenang.

Romantisme Bukan Sekadar Kemesraan Fisik

Romantisme dalam Islam lebih luas daripada kemesraan fisik. Ia mencakup tanggung jawab, kejujuran, perhatian, kesabaran, dan kemampuan menjaga pasangan dari hal yang buruk.

Suami yang bekerja mencari rezeki halal untuk keluarga sedang menunjukkan cinta.

Istri yang menjaga rumah dan mendukung suami dalam kebaikan juga sedang menunjukkan cinta.

Suami yang mengajari agama dengan lembut sedang menunjukkan cinta.

Istri yang menasihati suami dengan adab juga sedang menunjukkan cinta.

Pasangan yang saling mendoakan dalam diam sedang menunjukkan cinta.

Cinta yang paling indah adalah cinta yang saling mendekatkan kepada Allah.

Jangan Belajar Cinta dari Sumber yang Salah

Budaya populer sering menampilkan cinta sebagai sesuatu yang bebas tanpa batas. Pacaran sebelum menikah dianggap wajar. Berkhalwat dianggap romantis. Hubungan yang melanggar batas dianggap biasa. Bahkan, sebagian cerita menggambarkan pengorbanan cinta tanpa mempedulikan halal dan haram.

Seorang Muslim perlu berhati-hati. Tidak semua kisah cinta layak dijadikan teladan. Standar cinta seorang Muslim bukan sekadar perasaan, tetapi ridha Allah.

Cinta yang baik tidak menyeret kepada maksiat. Cinta yang baik tidak membuat seseorang melupakan shalat. Cinta yang baik tidak merusak kehormatan. Cinta yang baik tidak menjauhkan seseorang dari Allah.

Jika cinta membawa kepada dosa, maka itu bukan romantisme yang layak dibanggakan.

Tips Membangun Romantisme Halal dalam Rumah Tangga

Ada beberapa cara sederhana untuk meneladani romantisme Rasulullah ﷺ dalam rumah tangga.

Pertama, biasakan memanggil pasangan dengan panggilan yang baik.

Kedua, luangkan waktu untuk berbicara tanpa gangguan gawai.

Ketiga, bantu pekerjaan rumah.

Keempat, ucapkan terima kasih atas kebaikan pasangan.

Kelima, minta maaf jika melakukan kesalahan.

Keenam, berikan hadiah meskipun sederhana.

Ketujuh, doakan pasangan.

Kedelapan, jaga rahasia rumah tangga.

Kesembilan, jangan membandingkan pasangan dengan orang lain.

Kesepuluh, jadikan ibadah sebagai penguat cinta, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, atau saling mengingatkan dalam kebaikan.

Romantisme yang baik bukan hanya membuat pasangan bahagia, tetapi juga membuat rumah tangga lebih dekat kepada Allah.

Penutup

Romantisme terbaik adalah romantisme yang halal dan penuh akhlak. Rasulullah ﷺ telah memberi teladan bagaimana seorang suami memperlakukan istrinya dengan kasih sayang, kelembutan, perhatian, dan tanggung jawab.

Cinta dalam Islam bukan sekadar kata-kata manis. Cinta adalah amanah. Cinta adalah penjagaan. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah upaya saling membantu menuju ridha Allah.

Maka, jika ingin belajar romantisme, belajarlah dari teladan terbaik: Rasulullah ﷺ. Bangunlah cinta setelah menikah, rawatlah dengan akhlak, dan jadikan rumah tangga sebagai jalan menuju keberkahan.

Semoga Allah menjadikan keluarga-keluarga Muslim penuh sakinah, mawaddah, rahmah, dan keberkahan.

Wallahu a‘lam.

Catatan Rujukan

Beberapa contoh sikap romantis Rasulullah ﷺ kepada istri disebutkan dalam berbagai riwayat hadis, seperti membantu pekerjaan rumah, memberi perhatian kepada istri, makan dan minum bersama, menemani istri, serta memperlakukan keluarga dengan lembut. Untuk penulisan ilmiah yang lebih kuat, sebaiknya setiap hadis diperiksa kembali nomor, derajat, dan sumber rujukannya sebelum dipublikasikan.

Rangkuman

Berikut rangkuman beberapa romantisme yang dicontohkan Rasulullah sebagaimana diambil dari referensi beberapa hadist :

1. Satu selimut bersama istri (HR. Tirmidzi 132)

2. Makan sepiring berdua, minum segelas berdua (HR. Bukhari VI/293)

3. Mencium istri sering-sering (HR. Nasa'i)

4. Mandi bersama istri (HR. Nasa'i I/202)

5. Menyikat/menyisir rambut suami (HR. Ahmad)

6. Membantu pekerjaan rumah tangga (HR. Muslim)

7. Membelai istri (HR. Ahmad)

8. Tetap romantis walau istri sedang haid (HR. Bukhari 7945)

9. Menemani istri yang sedang sakit (HR. Muslim 2770)

10. Memberikan istri hadiah (HR. Ahmad)

11. Mengajak istri ketika hendak keluar kota (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Mendinginkan kemarahan istri dengan kemesraan (HR. Ibnu Sunni)

13. memanggil dengan kata-kata mesrah (HR. Muslim)

14. Suami Istri berjalan-jalan berduaan waktu malam (HR. Muslim 2445)

15. Tidur di pangkuan istri (HR. Bukhari)

Resep Sop Daging Sapi Sederhana yang Gurih dan Praktis

Sop daging sapi adalah salah satu menu rumahan yang cocok disantap dalam berbagai suasana. Kuahnya hangat, rasanya gurih, dan isiannya bisa disesuaikan dengan bahan yang tersedia di rumah.

Kali ini saya membuat sop daging sapi sederhana karena masih ada sedikit stok daging sapi di freezer. Bahan yang digunakan cukup umum, seperti wortel, kentang, buncis, kol, tomat, seledri, daun bawang, dan brokoli.

Untuk menumis bumbu, saya menggunakan minyak beras, minyak bekatul, atau rice bran oil. Sementara itu, rasa manis ringan pada kuah menggunakan gula merah atau gula kelapa sebagai alternatif gula pasir.

Berikut resep sop daging sapi sederhana yang bisa dicoba di rumah.

Bahan-Bahan

  1. Daging sapi secukupnya, potong dadu

  2. Wortel 2 buah, potong dadu kecil

  3. Kentang 1 buah, potong dadu kecil

  4. Buncis 5 buah, iris kecil

  5. Kol 1/4 buah, sobek atau potong kecil

  6. Tomat 1 buah, iris kecil

  7. Seledri 1 batang, iris kecil

  8. Daun bawang 1 batang, iris kecil

  9. Brokoli secukupnya, potong kecil

  10. Minyak beras, minyak bekatul, atau rice bran oil secukupnya untuk menumis

  11. Air secukupnya untuk merebus

Bumbu Halus

  1. Bawang merah 8 siung

  2. Bawang putih 5 siung

  3. Pala 1/2 buah

  4. Lada 1 sendok teh

  5. Ketumbar 1 sendok teh

  6. Garam secukupnya

  7. Gula merah secukupnya

Cara Membuat Sop Daging Sapi Sederhana

  1. Rebus daging sapi dalam air mendidih sebentar.

  2. Setelah kotoran atau busa mulai keluar, buang air rebusan pertama.

  3. Ganti dengan air baru, lalu rebus kembali daging sampai empuk.

  4. Sambil menunggu daging empuk, haluskan bawang merah, bawang putih, pala, lada, ketumbar, garam, dan gula merah.

  5. Panaskan sedikit minyak di wajan.

  6. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang.

  7. Tuang tumisan bumbu ke dalam panci berisi rebusan daging yang sedang mendidih.

  8. Aduk hingga bumbu tercampur rata dengan kuah.

  9. Masukkan potongan kentang dan wortel.

  10. Rebus sekitar 10–15 menit atau sampai kentang dan wortel mulai empuk.

  11. Masukkan kol dan buncis.

  12. Masak kembali sampai sayuran cukup matang.

  13. Koreksi rasa. Jika diperlukan, tambahkan sedikit garam, gula merah, atau lada bubuk sesuai selera.

  14. Sekitar 3 menit sebelum kompor dimatikan, masukkan tomat, seledri, daun bawang, dan brokoli.

  15. Aduk sebentar, lalu matikan kompor.

  16. Angkat dan sajikan sop daging sapi selagi hangat.

Tips agar Sop Daging Lebih Enak

Agar kuah sop lebih bersih, rebusan pertama daging bisa dibuang setelah busa dan kotoran keluar. Setelah itu, daging direbus kembali dengan air baru sampai empuk.

Tumis bumbu halus sampai harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah. Proses ini membantu membuat aroma sop lebih sedap dan rasa bumbu lebih matang.

Masukkan sayuran sesuai tingkat kekerasannya. Kentang dan wortel sebaiknya dimasukkan lebih awal karena membutuhkan waktu lebih lama untuk empuk. Sementara itu, tomat, seledri, daun bawang, dan brokoli cukup dimasukkan menjelang akhir agar tetap segar.

Jika ingin kuah lebih ringan, gunakan bumbu secukupnya. Sop sederhana biasanya lebih nikmat jika rasa kuahnya gurih, hangat, dan tidak terlalu pekat.

Saran Penyajian

Sop daging sapi sederhana ini cocok disajikan bersama nasi putih hangat atau nasi merah. Jika ingin menambah serat, nasi merah bisa menjadi pilihan karena umumnya memiliki kandungan serat lebih tinggi dibanding nasi putih.

Sebagai pelengkap, sop daging juga bisa dinikmati bersama sambal, bawang goreng, kerupuk, atau perasan jeruk nipis sesuai selera.

Kesimpulan

Sop daging sapi sederhana adalah menu rumahan yang hangat, gurih, dan mudah dibuat. Dengan bahan seperti daging sapi, wortel, kentang, buncis, kol, tomat, brokoli, seledri, daun bawang, dan bumbu halus, hidangan ini bisa menjadi pilihan menu keluarga yang praktis.

Kunci membuat sop daging yang enak adalah merebus daging sampai empuk, menumis bumbu sampai harum, dan memasukkan sayuran sesuai urutan kematangannya. Dengan cara tersebut, sop daging sederhana tetap terasa nikmat dan segar saat disajikan.

Selamat mencoba dan selamat menikmati.

Selasa, 10 Desember 2019

Bunga Kehidupan Dunia: Jangan Tertipu Keindahan yang Sementara


Dunia sering tampak indah di mata manusia. Harta, jabatan, popularitas, rumah yang nyaman, kendaraan yang bagus, bisnis yang sukses, tubuh yang sehat, keluarga yang terlihat sempurna, dan berbagai kesenangan lainnya bisa membuat hati mudah terpikat.

Namun, Allah mengingatkan bahwa keindahan dunia hanyalah sementara. Dalam Al-Qur’an, keindahan itu digambarkan sebagai “bunga kehidupan dunia”. Seperti bunga, ia bisa tampak indah ketika mekar. Warnanya menarik, bentuknya menawan, dan aromanya menyenangkan. Tetapi bunga tidak mekar selamanya.

Ada waktunya bunga tumbuh.

Ada waktunya mekar.

Ada waktunya layu.

Ada waktunya gugur.

Begitulah dunia. Apa yang hari ini terlihat indah, suatu saat bisa berubah. Apa yang hari ini dibanggakan, suatu saat bisa hilang. Apa yang hari ini dikejar mati-matian, suatu saat harus ditinggalkan.

Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati agar tidak silau oleh dunia.

Dunia adalah Ujian

Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Thaha: 131)

Ayat ini mengajarkan bahwa keindahan dunia bukan semata-mata tanda kemuliaan. Bisa jadi ia adalah ujian. Harta adalah ujian. Jabatan adalah ujian. Popularitas adalah ujian. Kesehatan adalah ujian. Kelapangan hidup juga ujian.

Sebagian manusia diuji dengan kekurangan. Sebagian lain diuji dengan kelapangan. Keduanya sama-sama membutuhkan iman.

Orang yang diuji dengan kekurangan perlu bersabar.

Orang yang diuji dengan kelapangan perlu bersyukur.

Yang berbahaya adalah ketika kelapangan dunia membuat seseorang lupa kepada Allah. Ia merasa aman, bangga, dan mengira bahwa semua yang dimiliki adalah hasil usahanya sendiri. Padahal, semua nikmat adalah pemberian Allah dan akan dipertanggungjawabkan.

Jangan Silau Melihat Nikmat Orang Lain

Salah satu penyakit hati yang sering muncul adalah silau melihat nikmat orang lain. Ketika melihat orang lain lebih kaya, lebih sukses, lebih terkenal, lebih mudah hidupnya, atau lebih banyak fasilitasnya, hati mulai membandingkan.

Mengapa dia punya, saya belum?

Mengapa hidupnya terlihat mudah, saya sulit?

Mengapa rezekinya lapang, saya sempit?

Pertanyaan seperti ini bisa membuka pintu iri, tidak puas, dan lupa bersyukur.

Padahal, kita tidak tahu ujian apa yang sedang Allah berikan kepada orang tersebut. Bisa jadi harta yang banyak adalah ujian berat baginya. Bisa jadi popularitas yang besar justru menjadi beban. Bisa jadi jabatan tinggi membawa tanggung jawab yang tidak ringan.

Tidak semua yang tampak indah dari luar benar-benar menenangkan di dalam. Karena itu, jangan terlalu menatap bunga dunia yang Allah berikan kepada orang lain hingga lupa pada karunia yang Allah berikan kepada diri sendiri.

Keindahan Dunia Tidak Kekal

Dunia memiliki sifat berubah. Orang yang hari ini kaya bisa mengalami kerugian. Orang yang hari ini sehat bisa sakit. Orang yang hari ini terkenal bisa dilupakan. Orang yang hari ini kuat bisa menjadi lemah. Orang yang hari ini berkuasa bisa kehilangan jabatan.

Tidak ada yang benar-benar menetap di dunia.

Inilah sebabnya menggantungkan kebahagiaan sepenuhnya pada dunia akan membuat hati mudah kecewa. Ketika dunia datang, seseorang senang berlebihan. Ketika dunia pergi, ia hancur berlebihan.

Seorang Muslim perlu menikmati nikmat dunia dengan syukur, tetapi tidak menjadikannya sebagai tujuan akhir. Dunia boleh dimiliki, tetapi jangan sampai menguasai hati.

Harta di tangan bisa bermanfaat.

Harta di hati bisa membelenggu.

Hadis tentang Dibukakannya Bunga Dunia

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ duduk di mimbar sementara para sahabat duduk di sekeliling beliau. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan atas kalian setelahku ialah dibukakannya bunga dunia dan perhiasannya untuk kalian.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

Pesan hadis ini sangat dalam. Rasulullah ﷺ mengkhawatirkan umatnya ketika dunia dibukakan. Bukan hanya ketika umat dalam keadaan miskin dan sulit, tetapi juga ketika umat mendapatkan kelapangan, harta, dan kemewahan.

Mengapa?

Karena dunia yang terbuka lebar bisa membuat manusia lalai. Ketika hidup serba mudah, manusia bisa merasa tidak membutuhkan Allah. Ketika harta melimpah, manusia bisa lupa akhirat. Ketika kesenangan tersedia, manusia bisa sulit menahan diri.

Maka, kelapangan dunia perlu disikapi dengan hati-hati.

Dunia Bukan Musuh, tetapi Jangan Dijadikan Tujuan Utama

Islam tidak mengajarkan umatnya membenci dunia secara mutlak. Dunia adalah tempat beramal. Di dunia kita shalat, bersedekah, menuntut ilmu, bekerja, mendidik anak, membantu orang lain, dan mencari rezeki halal.

Dunia bisa menjadi ladang akhirat jika digunakan dengan benar.

Harta bisa menjadi sedekah.

Ilmu bisa menjadi amal jariyah.

Jabatan bisa menjadi jalan menegakkan keadilan.

Kesehatan bisa menjadi sarana memperbanyak ibadah.

Keluarga bisa menjadi tempat menanamkan iman dan akhlak.

Yang dilarang adalah menjadikan dunia sebagai tujuan utama hingga melupakan Allah. Dunia bukan untuk ditinggalkan sepenuhnya, tetapi untuk diarahkan sebagai bekal menuju akhirat.

Bunga yang Mekar Selamanya

Bunga dunia akan layu. Namun, karunia Allah di akhirat lebih baik dan lebih kekal. Itulah “bunga” yang tidak akan layu. Kenikmatan akhirat tidak akan rusak, tidak akan hilang, dan tidak akan berakhir.

Karena itu, fokus hidup seorang Muslim seharusnya bukan sekadar mengejar keindahan dunia yang sementara, tetapi mengejar ridha Allah dan kehidupan akhirat yang kekal.

Jika dunia datang, gunakan untuk kebaikan.

Jika dunia pergi, jangan hancur.

Jika diberi nikmat, syukuri.

Jika diuji kekurangan, sabari.

Jika melihat orang lain diberi lebih, jangan iri.

Jika memiliki kesempatan beramal, jangan tunda.

Akhirat adalah tujuan. Dunia adalah perjalanan.

Tanda Seseorang Mulai Tertipu Dunia

Ada beberapa tanda ketika seseorang mulai tertipu oleh bunga kehidupan dunia.

Pertama, ia lebih sering memikirkan harta daripada shalat.

Kedua, ia lebih takut kehilangan dunia daripada kehilangan iman.

Ketiga, ia merasa rendah diri hanya karena belum memiliki pencapaian dunia tertentu.

Keempat, ia mudah iri melihat rezeki orang lain.

Kelima, ia menilai kemuliaan seseorang hanya dari jabatan, uang, atau penampilan.

Keenam, ia sulit bersedekah karena terlalu takut kekurangan.

Ketujuh, ia menghalalkan segala cara demi meraih dunia.

Kedelapan, ia tidak punya waktu untuk Al-Qur’an, ilmu agama, dan amal saleh.

Jika tanda-tanda ini mulai terasa, saatnya hati kembali diarahkan kepada Allah.

Cara Agar Tidak Silau oleh Dunia

Ada beberapa cara yang dapat membantu seorang Muslim agar tidak tertipu oleh keindahan dunia.

1. Perbanyak mengingat Allah

Hati yang sering mengingat Allah akan lebih kuat menghadapi godaan dunia. Zikir membuat manusia sadar bahwa semua nikmat berasal dari Allah.

2. Jaga shalat

Shalat mengingatkan bahwa manusia adalah hamba. Sesibuk apa pun mengejar dunia, shalat tidak boleh ditinggalkan.

3. Lihat orang yang berada di bawah dalam urusan dunia

Melihat orang yang lebih sulit kehidupannya dapat membantu kita bersyukur. Jangan hanya melihat orang yang lebih kaya atau lebih sukses.

4. Perbanyak sedekah

Sedekah melatih hati agar tidak terlalu terikat pada harta. Harta yang dikeluarkan di jalan Allah justru menjadi bekal akhirat.

5. Ingat kematian

Kematian memutus seluruh kenikmatan dunia. Mengingat kematian membantu manusia menata prioritas hidup.

6. Gunakan dunia untuk akhirat

Bekerja, belajar, berdagang, dan membangun kehidupan dunia tetap baik jika diniatkan untuk ibadah dan dilakukan dengan cara yang halal.

7. Jangan membandingkan hidup secara berlebihan

Membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan dapat melemahkan syukur. Fokuslah pada amanah yang Allah berikan kepada kita.

Syukur Saat Diberi, Sabar Saat Diuji

Hidup seorang Muslim berputar antara syukur dan sabar. Ketika Allah memberi nikmat, ia bersyukur. Ketika Allah menguji dengan kekurangan, ia bersabar.

Keduanya sama-sama baik jika dijalani dengan iman.

Orang yang bersyukur tidak sombong ketika diberi dunia. Ia sadar bahwa semua hanya titipan. Orang yang sabar tidak putus asa ketika diuji. Ia yakin bahwa Allah mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.

Dengan syukur dan sabar, hati menjadi lebih tenang. Tidak terlalu mabuk saat dunia datang, dan tidak terlalu hancur saat dunia pergi.

Penutup

Bunga kehidupan dunia memang tampak indah. Harta, jabatan, popularitas, dan berbagai kesenangan dapat membuat manusia terpikat. Namun, seperti bunga, semua itu tidak mekar selamanya.

Allah mengingatkan bahwa bunga dunia adalah ujian. Karunia Allah di sisi-Nya jauh lebih baik dan lebih kekal. Karena itu, seorang Muslim tidak boleh silau melihat dunia yang dibukakan kepada dirinya atau orang lain.

Gunakan dunia sebagai bekal akhirat. Syukuri nikmat yang ada. Jaga hati dari iri. Jangan mengorbankan iman demi mengejar sesuatu yang sementara.

Semoga Allah menjaga hati kita dari fitnah dunia, menjadikan dunia berada di tangan kita bukan di hati kita, dan membimbing kita menuju kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal.

Wallahu a‘lam.

Rujukan

  • Al-Qur’an Surah Thaha ayat 131.
  • Hadis Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu tentang kekhawatiran Rasulullah ﷺ terhadap dibukakannya bunga dunia, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

PERUT SIX PACK DAN UPAYA MENELADANI KEBUGARAN RASULULLAH

Rasulullah ﷺ adalah suri teladan terbaik bagi umat Islam. Keteladanan beliau tidak hanya dalam ibadah, akhlak, dakwah, kepemimpinan, dan keluarga, tetapi juga dalam cara menjalani hidup yang sederhana, aktif, bersih, dan seimbang.

Dalam berbagai riwayat, Rasulullah ﷺ digambarkan sebagai pribadi yang kuat, bugar, tidak berlebih-lebihan dalam makan, aktif bergerak, serta memiliki kebiasaan hidup yang baik. Karena itu, seorang Muslim dapat mengambil pelajaran bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah bagian dari ikhtiar agar lebih kuat dalam beribadah dan beramal saleh.

Namun, penting untuk dipahami bahwa meneladani kebugaran Rasulullah ﷺ bukan berarti harus terobsesi pada bentuk tubuh tertentu. Tujuan utama menjaga tubuh bukan untuk pamer fisik, mengejar penampilan semata, atau merasa lebih baik daripada orang lain. Tujuan yang benar adalah agar tubuh menjadi lebih sehat, kuat, dan mampu digunakan untuk ketaatan kepada Allah.

Rasulullah ﷺ sebagai Teladan Hidup Seimbang

Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan. Seorang Muslim diperintahkan untuk menjaga ibadah, akhlak, keluarga, pekerjaan, dan kesehatan. Tubuh adalah amanah dari Allah, sehingga tidak boleh diabaikan.

Rasulullah ﷺ memberi contoh hidup yang tidak berlebihan. Beliau makan secukupnya, menjaga kebersihan, berjalan kaki, bekerja, berperang ketika diwajibkan, membantu keluarga, dan melakukan berbagai aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.

Kehidupan beliau menunjukkan bahwa kesehatan bukan hanya diperoleh dari olahraga formal, tetapi juga dari gaya hidup yang aktif, sederhana, dan teratur.

Di zaman sekarang, banyak orang kurang bergerak karena terlalu lama duduk, bekerja di depan layar, berkendara ke mana-mana, dan kurang memperhatikan pola makan. Maka, meneladani pola hidup Rasulullah ﷺ dapat menjadi pengingat agar kita kembali menjaga tubuh dengan lebih baik.

Apakah Rasulullah ﷺ Memiliki Tubuh yang Kuat?

Dalam beberapa riwayat, Rasulullah ﷺ digambarkan memiliki tubuh yang baik, kuat, dan proporsional. Ada riwayat yang menyebutkan gambaran bagian tubuh beliau dengan bahasa kiasan yang menunjukkan kekuatan dan keindahan ciptaan Allah pada diri beliau.

Hadits dari Ummu Hani, dia menuturkan, "Saya tidak melihat bentuk perut Rasulullah kecuali saya ingat lipatan kertas-kertas yang digulung antara satu dengan yang lainnya". (HR. Ath-Thabarani).

Dalam riwayat lain, "Perutnya (Rasulullah) bagai batu-batu yang tersusun".

Sebagian orang kemudian mengaitkan gambaran itu dengan istilah modern seperti “six pack”. Namun, sebaiknya kita berhati-hati dalam menggunakan istilah tersebut. Istilah “six pack” adalah istilah populer masa kini untuk menggambarkan otot perut yang terlihat jelas. Sementara riwayat hadis memiliki redaksi, konteks, dan penjelasan ulama yang perlu diperiksa dengan cermat.

Yang lebih aman dan lebih bermanfaat adalah mengambil hikmah umumnya: Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam hidup sehat, kuat, bentuk tubuh ideal, sederhana, dan tidak berlebih-lebihan.

Dengan begitu, pesan artikel tidak berubah menjadi sensasi fisik, tetapi tetap menjadi motivasi untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah.

Menjaga Tubuh adalah Bagian dari Mensyukuri Nikmat

Kesehatan adalah nikmat besar dari Allah. Banyak orang baru menyadari mahalnya kesehatan ketika sakit. Ketika tubuh sehat, seseorang bisa shalat dengan lebih mudah, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, membantu keluarga, bersedekah, dan melakukan banyak kebaikan.

Karena itu, menjaga tubuh adalah bagian dari rasa syukur.

Seorang Muslim tidak seharusnya sengaja merusak tubuhnya dengan pola makan yang buruk, malas bergerak, kurang tidur, atau kebiasaan yang membahayakan kesehatan. Tubuh yang kuat dapat menjadi sarana untuk beribadah lebih baik.

Namun, menjaga tubuh juga tidak boleh berubah menjadi kesombongan. Tubuh yang sehat adalah amanah, bukan alasan untuk merendahkan orang lain.

Makan Secukupnya dan Tidak Berlebihan

Salah satu prinsip penting dalam hidup sehat adalah tidak berlebih-lebihan dalam makan. Banyak masalah kesehatan modern berkaitan dengan pola makan berlebihan, terlalu banyak makanan tinggi gula, lemak, garam, serta kurangnya aktivitas fisik.

Islam mengajarkan adab makan yang baik: makan yang halal dan baik, tidak berlebihan, serta menjaga tubuh agar tetap kuat.

Makan secukupnya membantu tubuh terasa lebih ringan, ibadah lebih nyaman, dan aktivitas harian lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, makan berlebihan sering membuat tubuh malas, mudah mengantuk, dan kurang produktif.

Meneladani Rasulullah ﷺ dalam hal makan berarti belajar sederhana, tidak rakus, dan tidak menjadikan perut sebagai pusat kehidupan.

Aktif Bergerak dalam Kehidupan Sehari-hari

Rasulullah ﷺ hidup dalam kondisi masyarakat yang aktif secara fisik. Beliau berjalan, bekerja, bepergian, berperang ketika diwajibkan, dan menjalani kehidupan yang menuntut kekuatan tubuh.

Di zaman sekarang, banyak orang tidak lagi banyak bergerak. Duduk terlalu lama, kurang jalan kaki, jarang olahraga, dan terlalu banyak waktu di depan layar dapat membuat tubuh melemah.

Karena itu, seorang Muslim perlu membiasakan aktivitas fisik sesuai kemampuan. Tidak harus langsung berat. Bisa dimulai dari berjalan kaki, peregangan, olahraga ringan, latihan kekuatan sederhana, atau aktivitas rumah tangga.

Yang penting adalah konsisten dan tidak berlebihan.

Kebugaran Bukan untuk Pamer

Menjaga tubuh tetap bugar adalah hal baik. Namun, niatnya perlu dijaga. Jangan sampai olahraga hanya untuk pamer bentuk tubuh, mencari pujian, atau merasa lebih unggul dari orang lain.

Bagi seorang Muslim, kebugaran seharusnya diniatkan untuk kebaikan.

Agar lebih kuat shalat.

Agar lebih mampu bekerja halal.

Agar lebih siap membantu keluarga.

Agar lebih tahan dalam menuntut ilmu.

Agar lebih bermanfaat bagi umat.

Agar tubuh tidak mudah lemah karena kelalaian sendiri.

Jika niatnya benar, insya Allah aktivitas menjaga kesehatan dapat bernilai ibadah.

Jangan Mengejek Orang yang Belum Ideal

Dalam artikel bertema kesehatan, sebaiknya kita menghindari ejekan terhadap orang yang gemuk, kurus, atau belum memiliki bentuk tubuh ideal. Setiap orang memiliki kondisi tubuh, kesehatan, usia, riwayat penyakit, aktivitas, dan tantangan hidup yang berbeda.

Nasihat tentang kebugaran sebaiknya disampaikan sebagai ajakan, bukan hinaan.

Tujuannya bukan mempermalukan orang yang perutnya buncit atau tubuhnya belum ideal. Tujuannya adalah mengingatkan bahwa tubuh perlu dijaga sebagai amanah.

Dakwah yang baik adalah dakwah yang membangkitkan semangat, bukan membuat orang merasa rendah diri.

Hidup Sehat Perlu Ilmu

Menjaga tubuh juga membutuhkan ilmu. Tidak semua tren diet cocok untuk semua orang. Tidak semua olahraga aman untuk setiap kondisi tubuh. Tidak semua tips kesehatan di media sosial dapat dipercaya.

Karena itu, seseorang perlu bijak. Pilih pola makan yang seimbang. Lakukan olahraga sesuai kemampuan. Jika memiliki penyakit tertentu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Jangan memaksakan latihan berat jika tubuh belum siap.

Islam mengajarkan keseimbangan. Jangan malas menjaga kesehatan, tetapi jangan pula merusak tubuh dengan olahraga atau diet ekstrem.

Langkah Praktis Meneladani Pola Hidup Sehat

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan seorang Muslim untuk menjaga kebugaran.

Pertama, luruskan niat. Jaga tubuh agar lebih kuat beribadah dan beramal saleh.

Kedua, makan secukupnya. Hindari kebiasaan makan berlebihan.

Ketiga, pilih makanan halal dan baik. Perhatikan kualitas makanan yang masuk ke tubuh.

Keempat, biasakan bergerak. Jalan kaki, olahraga ringan, atau latihan fisik sesuai kemampuan.

Kelima, cukup istirahat. Tubuh juga memiliki hak untuk beristirahat.

Keenam, jaga kebersihan. Kebersihan adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim.

Ketujuh, hindari kebiasaan yang merusak tubuh.

Kedelapan, jangan membandingkan tubuh dengan orang lain secara berlebihan.

Kesembilan, lakukan bertahap. Perubahan kecil yang konsisten lebih baik daripada semangat besar yang cepat berhenti.

Kesepuluh, berdoa agar Allah memberi kesehatan dan afiyah.

Six Pack Bukan Tujuan Utama

Memiliki tubuh yang kuat dan proporsional adalah hal baik. Namun, “six pack” bukan tujuan utama seorang Muslim. Tidak semua orang harus memiliki bentuk otot perut tertentu untuk disebut sehat. Kesehatan lebih luas daripada penampilan.

Seseorang bisa terlihat ideal tetapi kurang sehat karena pola hidupnya buruk. Sebaliknya, seseorang mungkin tidak memiliki bentuk tubuh seperti atlet, tetapi tetap sehat, kuat, dan mampu beraktivitas dengan baik.

Karena itu, jangan jadikan bentuk tubuh sebagai ukuran utama. Jadikan kesehatan, kekuatan ibadah, dan kebaikan amal sebagai tujuan.

Jika olahraga membuat tubuh lebih sehat, syukuri.

Jika berat badan membaik, syukuri.

Jika stamina meningkat, gunakan untuk ketaatan.

Jangan sampai tubuh sehat tetapi hati menjadi sombong.

Penutup

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam kesederhanaan, kebersihan, kekuatan, dan keseimbangan hidup. Dari keteladanan beliau, seorang Muslim dapat mengambil pelajaran penting untuk menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah.

Meneladani kebugaran Rasulullah ﷺ bukan berarti terobsesi pada istilah modern seperti “six pack”, tetapi berusaha hidup sehat, tidak berlebihan dalam makan, aktif bergerak, menjaga kebersihan, dan menggunakan tubuh untuk ibadah.

Semoga Allah memberi kita kesehatan, kekuatan, dan afiyah. Semoga tubuh yang sehat tidak membuat kita sombong, tetapi menjadi sarana untuk memperbanyak amal saleh dan semakin mencintai sunnah Rasulullah ﷺ.

Wallahu a‘lam.





Senin, 09 Desember 2019

Resep Bubur Sayur Talbinah yang Sederhana dan Mengenyangkan


Talbinah merupakan makanan tradisional berbahan dasar tepung jelai atau barley. Dalam tradisi Islam, talbinah dikenal sebagai salah satu makanan yang pernah dianjurkan dalam hadis. Karena itu, sebagian masyarakat muslim mengenal talbinah sebagai makanan yang memiliki nilai historis dan spiritual.

Dalam salah satu hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang talbinah yang dapat menyegarkan hati orang yang sakit dan membantu meringankan sebagian kesedihan. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kali ini saya mencoba membuat bubur sayur talbinah versi sederhana. Agar lebih menarik dan bergizi, talbinah dipadukan dengan wortel, brokoli, daun bawang, seledri, garam, gula merah, dan madu sesuai selera.

Resep ini cocok bagi Anda yang ingin mencoba menu bubur hangat, lembut, dan mudah dibuat di rumah.

Mengenal Talbinah

Talbinah biasanya dibuat dari tepung jelai atau barley yang dimasak dengan air atau susu hingga menjadi bubur. Di Indonesia, tepung talbinah bisa ditemukan di toko-toko yang menjual kurma, madu, minyak zaitun, habbatussauda, atau bahan pangan khas Timur Tengah.

Rasanya cenderung ringan dan teksturnya lembut. Karena itu, talbinah bisa dikreasikan menjadi bubur manis maupun gurih. Pada resep ini, talbinah dibuat dengan tambahan sayuran agar lebih cocok sebagai menu rumahan yang mengenyangkan.

Walaupun talbinah dikenal dalam tradisi Islam, konsumsinya tetap sebaiknya dilakukan secara wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Bahan-Bahan

  1. Tepung talbinah 4 sendok makan

  2. Wortel 1 buah, iris kecil halus

  3. Daun bawang 2 batang, iris kecil

  4. Brokoli secukupnya, iris kecil

  5. Seledri secukupnya, iris kecil

  6. Gula merah secukupnya

  7. Garam secukupnya

  8. Air sekitar 350 ml, atau sesuai kekentalan yang diinginkan

  9. Madu secukupnya, opsional

Cara Membuat Bubur Sayur Talbinah

  1. Cuci bersih wortel, brokoli, daun bawang, dan seledri.

  2. Iris wortel, brokoli, daun bawang, dan seledri menjadi potongan kecil.

  3. Rebus wortel, brokoli, dan daun bawang selama sekitar 2 menit sampai setengah matang.

  4. Angkat sayuran, lalu sisihkan sementara.

  5. Tuang tepung talbinah ke dalam panci.

  6. Tambahkan air sekitar 350 ml.

  7. Aduk hingga tepung talbinah larut dan tidak menggumpal.

  8. Panaskan panci dengan api kecil hingga sedang sambil terus diaduk.

  9. Masukkan wortel, brokoli, dan daun bawang yang sudah direbus setengah matang.

  10. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur rata.

  11. Tambahkan garam dan gula merah secukupnya.

  12. Masukkan seledri, lalu aduk perlahan.

  13. Masak sekitar 3 menit atau sampai tekstur bubur mengental.

  14. Koreksi rasa sesuai selera.

  15. Setelah matang, angkat dan tuang ke dalam mangkuk.

  16. Tambahkan madu jika ingin rasa yang lebih manis.

Tips agar Bubur Talbinah Tidak Menggumpal

Agar bubur talbinah tidak menggumpal, larutkan tepung talbinah dengan air terlebih dahulu sebelum dipanaskan. Aduk sampai benar-benar rata, baru kemudian nyalakan kompor.

Gunakan api kecil hingga sedang agar bubur matang perlahan dan teksturnya lebih lembut. Selama proses memasak, aduk terus agar bagian bawah tidak mudah gosong.

Jika ingin bubur lebih encer, tambahkan sedikit air. Jika ingin lebih kental, masak sedikit lebih lama sambil terus diaduk.

Sayuran sebaiknya dipotong kecil agar cepat matang dan mudah tercampur dengan bubur talbinah.

Saran Penyajian

Bubur sayur talbinah paling nikmat disajikan selagi hangat. Menu ini bisa dinikmati sebagai sarapan ringan, makan malam sederhana, atau makanan hangat saat ingin menyantap bubur yang lembut.

Jika ingin rasa gurih, gunakan garam secukupnya dan tambahkan seledri serta daun bawang. Jika ingin rasa manis ringan, tambahkan gula merah dan madu sesuai selera.

Anda juga bisa menambahkan bahan lain seperti jagung manis, kentang, ayam suwir, atau telur sesuai ketersediaan bahan di rumah.

Kesimpulan

Bubur sayur talbinah adalah menu sederhana yang dibuat dari tepung talbinah, wortel, brokoli, daun bawang, seledri, garam, gula merah, dan madu. Teksturnya lembut, rasanya ringan, dan cocok dinikmati dalam keadaan hangat.

Selain dikenal dalam tradisi Islam, talbinah juga bisa dikreasikan menjadi menu rumahan yang praktis. Dengan tambahan sayuran, bubur talbinah menjadi lebih menarik dan mengenyangkan.

Selamat mencoba.