Senin, 09 Desember 2019

BUBUR SAYUR TALBINAH

Coba resep anjuran Nabi. Bubur talbinah atau tepung gandum. Tepung ini bisa didapatkan di toko-toko yang biasanya menjual kurma, madu, minyak zaitun, dll

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Talbinah dapat menyegarkan hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian rasa sedih”. [HR. Bukhari no. 5101 dan Muslim no.  2216]

BAHAN :

1. Tepung talbinah 4 sendok makan

2. Wortel 1 buah, iris kecil halus

3. Daun bawang 2 batang, iris kecil

4. Brokoli secukupnya, iris kecil

5. Seledri secukupnya

6. Gula merah secukupnya

7. Garam secukupnya

8. Air secukupnya.

CARA MEMBUAT :

1. Rebus potongam wortel, brokoli, bawang daun sampai setengah matang (kurang lebih 2 menit). Angkat dan sisihkan sementara.

2. Tuang tepung talbinah ke dalam panci. Masukkan air kurang lebih 350 ml. Aduk-aduk. Panaskan.

3. Masukkan potongan wortel, brokoli, daun bawang setengah matang ke adonan talbinah, aduk-aduk.

4. Masukkan garam dan gula merah dan seledri secukupnya sambil terus diaduk.

5. Setelah sekitar 3 menit direbus dan diaduk-aduk, angkat dan tuang ke mangkok.

6. Tambahkan madu jika diinginkan rasa lebih manis.

SELAMAT MENCOBA

😅🙈🙏👨‍🍳👨‍🍳👨‍🍳

Minggu, 08 Desember 2019

TELUR CEPLOK KECAP ALA CHEF ALEX

Berhubung ada misi untuk berhemat dan masak praktis sehingga pilihan lauknya kali ini cukup telur ceplok saja. Coba-coba buat telur ceplok dengan bumbu kecap dengan sedikit racikan sederhana. Berikut resepnya. 

BAHAN
1. Telur 3 butir
2. Bawang putih 1 siung, cincang halus
3. Bawang merah 2 siung, cincang halus
4. Bawang bombai 1/2 siung, cincang halus
5. Cabai rawit 8 buah, iris tipis
6. Cabai merah 1 buah, iris tipis
7. Kecap manis
8. Garam
9. Seledri
10. Minyak beras/bekatul/rice bran oil

CARA MEMBUAT :
1. Panaskan minyak secukupnya. Atur api minimal. Ceplok telur, bisa disatukan atau dipisah, sesuai selera. Taburkan garam pada putih telur. Jika sudah agak matang, angkat lalu sisihkan sementara.
2. Panaskan kembali sisa minyak, masukkan cincangan bawang putih, bawang merah dan bawang bombai. Aduk-aduk. Tunggu sebentar hingga tercium bau harum.
3. Masukkan irisan cabai rawit dan cabai merah. Tumis sampai layu.
4. Masukkan kecap secukupnya. Tambah sedikit air. Aduk-aduk, tunggu sampai mendidih dan air agak berkurang dan mengental. 
5. Masukkan telur ceplok. Bolak-balik telur ceplok sampai bumbu kecap meresap. Masukkan seledri. Diamkan sampai mencapai tingkat resapan dan kematangan yang diinginkan.
6. Angkat dan sajikan telur ceplok beserta bumbunya. 

SELAMAT MENCOBA
🙏😅😁🙈🤣👨‍🍳👨‍🍳👨‍🍳

TELUR DADAR GILA ALA CHEF ALEX

Ceritanya mau habiskan stok bahan di kulkas. Pada saat bersamaan, perut sudah keroncongan. Akhirnya langsung inisiatif campur semuanya. Jadilah telur Dadar Gila. Berikut resepnya :

BAHAN
1. Telur 3 butir
2. Jamur kancing 5 butir, iris tipis
3. Bawang putih 3 siung, iris kecil tipis
4. Tomat satu butir, iris kecil
5. Cabai merah 1 butir, iris tipis kecil
6. Bawang bombai 1 butir, iris tipis
7. Bawang daun, 1 batang, iris kecil
8. Sawi 3 batang, iris/gunting kecil
9. Seledri 3 daun.
10. Garam secukupnya
11. Gula merah secukupnya
12. Minyak beras/bekatul/rice bran oil

CARA MEMBUAT
1. Tuang telur ke suatu wadah yang cukup. Kocok telur sampai lepas.
2. Tuangkan semua bahan ke kocokam telur. Aduk merata.
3. Panaskan minyak beras.
4. Tuang adonan ke minyak beras yang sudah mendidih.
5. Goreng hingga matang.
6. Sajikan dengan saus sambal sehat sesuai resep di link ini : http://www.alekkurniawan.com/2019/12/saus-sambal-alami-sehat-ala-chef-alex.html

SELAMAT MENCOBA
🤣😅🙏👍🤲🙈👨‍🍳

Sabtu, 07 Desember 2019

PERBEDAAN CARA SUKSES DUNIA ORANG BERIMAN DAN ORANG DI LUAR ISLAM

Cara kaum muslimin mencapai kesuksesan dunia berbeda dengan cara orang-orang di luar Islam. 

Kalau orang di luar Islam, mereka akan memaksimalkan upaya-upaya dunia mereka, melalui kerja keras banting tulang. Kerja, kerja, kerja, kerja tanpa henti. Selain itu juga melalui jalur pendidikan dunia yang setinggi-tingginya. Mendayagunakan secara maksimal akal dan rasio, melakukan riset-riset dan berinovasi tiada henti. Menggalakkan entrepreneurship, memaksimalkan potensi diri tanpa batas. Hingga waktu tidurnya sedikit. 

Berbeda dengan kaum muslimin yang beriman yang seolah kesehariannya sudah terbebani banyak kewajiban dan sunnah syariat. Ada syariat sholat 5 waktu, sholat-sholat sunnah, bayar zakat, infaq, sedekah, puasa ramadhan dan puasa-puasa sunnah, naik haji, dan kewajiban serta sunnah lainnya. Seolah waktu tersisa untuk mencari dunia bagi kaum muslimin beriman hanya sedikit saja.

Bahkan waktu tidur orang beriman juga banyak berkurang. Bukan karena bekerja tapi karena ibadah. Justru kalau kaidah dalan syariat Islam, tidurlah di awal waktu (setelah Isya), bangun di 1/3 malam terakhir untuk melaksanakan sholat tahajjud, di pagi hari bertebaranlah di muka bumi mencari rejeki yang halal barokah sekedarnya dengan iman dan takwa dan banyak berdzikir. Dari kaidah ini bisa diketahui bahwa sedikitnya waktu tidur kaum muslimin beriman bukan karena bekerja banting tulang tetapi karena melaksanakan sholat malam. 

Namun demikian, walau waktu tersisa bagi kaum muslimim untuk mencari dunia seolah singkat, jika Allah berkehendak, maka dunia dan segala isinya akan diberikan kepada kaum muslimin sesuai dengan yang dikehendaki Allah. 

Alhasil kaidah dan keistiqomahan kaum muslimin beriman ini telah terbukti pernah melahirkan pengusaha-pengusaha hebat nan dermawan seperti Ustman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dll. Dan bahkan di era para Sahabat Nabi itu pun dua negeri adidaya saat itu, Romawi dan Persia, berhasil ditaklukkan. 

Jadi bagi kaum muslimin silahkan memilih cara menggapai kesuksesan dunianya. Apakah akan meniru cara-caranya orang di luar Islam atau akan kembali istiqomah melalui cara-cara Islam seperti pernah dicontohkan generasi salafus shaleh. 
🙏👍

Senin, 02 Desember 2019

ISTIQOMAH ITU BERAT, KALAU RINGAN NAMANYA ISTIRAHAT

Istiqomah itu berat. Kalau ringan namanya istirahat. Janganlah beranggapan kalau sudah komitmen ber-Islam dengan baik dan benar, berhijrah meninggalkan kemaksiatan untuk kemudian berupaya menegakkan Al Quran dan Sunnah, maka hidup akan tenang dan tentram, dijamin masuk surga. 

Tidak demikian. 

Justru ujian akan datang semakin kencang, bertubi-tubi. Ini adalah hakikat dunia yang memang diciptakan sebagai ujian bagi manusia. Dunia merupakan tempat berlelah-lelah bagi orang beriman. Tempat menanam amal-amal dan menghadapi segala ujian. 

Sedangkan tempat istirahat orang beriman adalah surga. Ini tempat penuh segala kenikmatan dimana kita akan memanen amal-amal kita selama di dunia. Hal ini hanya bisa diraih melalui amalan-amalan kita yang Diridhoi oleh Allah Azza wa Jalla. 

Jadi mumpung masih di dunia, banyak-banyaklah beramal, terus perbaiki kualitas amalan, serta bersabarlah dan istiqomahlah dalam menghadapi segala ujian. 

Allâh Azza wa Jalla berfirman: Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu [Muhammad/47:31]

Allâh Azza wa Jalla berfirman: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami Telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? [al-‘Ankabût/29:2]

Allâh Azza wa Jalla berfirman: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan [Âli ‘Imrân/3 : 186]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ujian itu akan selalu menimpa seorang hamba sampai Allâh membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tidak memiliki dosa [HR. at-Tirmidzi no.2398 , an-Nasâ’i di as-Sunan al-Kubrâ no. 7482 dan Ibnu Mâjah no. 4523 (Hadits shahîh. Ash-Shahîhah no. 143)]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu : “Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya” [HR. at-Tirmidzi no. 2398, an-Nasâi no. 7482, Ibnu Mâjah no. 4523 (ash-Shahîhah no. 143)]