Jumat, 06 Juni 2014

BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

Sesuai dengan fitrahnya, maka tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Beribadah berarti melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNYA sesuai dengan yang disampaikan oleh Allah melalui para nabi dan Rasul. Semakin banyak dan semakin berkualitas ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba, maka akan semakin tinggi derajat hamba tersebut di sisi Allah. Karenanya, kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam hal beribadah, dan menyegerakan diri untuk berbuat kebaikan. Hal ini semakin penting, berhubung waktu kita yang terbatas di dunia ini dan kita tidak pernah tahu kapan akhir hidup kita.

Namun, apa yang sering kita lihat adalah fenomena kecenderungan manusia yang berlomba-lomba dalam menumpuk harta dunia. Manusia beranggapan bahwa level dan derajat seseorang ditentukan dari seberapa banyak harta dan pernak-pernik dunia yang dia punyai dan dia kenakan, serta seberapa tinggi jabatan dan kewenangan yang dimiliki. Atau juga pencapaian-pencapaian dan prestasi-prestasi dunia yang tiada habisnya untuk dikejar dan diperjuangkan. Hal ini sungguh disayangkan. Manusia menutupi fitrah penciptaannya sendiri dengan hawa nafsu dan keinginannya yang rendah pada dunia.

Dalam hal ini, perlu kita selalu introspeksi dan membuka kembali panduan hidup yang telah disampaikan kepada kita, yaitu Al Quran dan Al Hadis. Di dalam Al Quran dan Al Hadis telah disebutkan tentang pentingnya manusia menyikapi esensi pencipataannya dengan cara yang benar. Dengan selalu mengulang-ngulang membaca dan mengkaji Al Quran dan As Sunnah serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan kita akan selalu terlindung dari perbuatan menzalimi diri kita sendiri. Selain itu kita akan selalu termotivasi untuk saling berloba-lomba dalam berbuat kebaikan dan beramal soleh.

Berikut adalah beberapa ayat dan hadis yang sempat dikumpulkan mengenai pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meraih kehidupan akhirat yang jauh lebih baik daripada kehidupan dunia yang sementara. Semoga bermanfaat.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku..” (QS. Adz-Dzaariyaat:56)

Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kamu juga tidak memandang kepada harta kamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu.(HR Muslim)

"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al Baqarah: 148)

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS al Hadid : 20)

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)

"Bergembiralah kalian dan berharaplah terhadap apa-apa yang menggembirakan kalian, maka demi Allah! Bukanlah kefakiran (kemiskinan) yang aku takutkan atas kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah akan dibentangkannya dunia atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba-lomba maka hal itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka." (HR. Al-Bukhariy no.3158 dan Muslim no.2961-lafazh hadits milik Muslim- dari 'Amr bin 'Auf radhiyallahu 'anhu)

“Bersegeralah kalian beramal saleh sebelum kedatangan fitnah (ujian) yang seperti potongan malam. Seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman (mukmin) namun di sore harinya menjadi kafir; dan ada orang yang di sore hari dalam keadaan beriman namun di pagi hari menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim)

1 komentar:

Silakan beri komentar barupa kritik dan saran yang membangun demi kemajuan blog saya ini. Jangan malu - malu!