Friday, April 6, 2012

SINTESIS


Share/Bookmark


Buku-buku karya Ippho Santosa memang cukup menarik, karena secara khusus membahas mengenai pentingnya untuk memberdayakan otak kanan. Hal ini disebabkan selama ini, kebanyakan kita dinilai cenderung lebih memberdayakan otak kiri dibandingkan otak kanan. Otak kiri lebih bersifat logis, erat kaitannya dengan IQ, mengkoordinir kemampuan aritmatik, verbal, segmental, fokus, serial (linear), mencari perbedaan dan bergantung waktu. Otak kanan merupakan otak emosional, erat kaitannya dengan EQ, yang cara bekerjanya bersifat intuitif, spasial, visual, holistik, difus, paralel (lateral), mencari persamaan, dan tidak tergantung pada waktu. Pendayagunaan yang tidak seimbang antara otak kiri dan otak kanan, mengakibatkan ketimpangan dalam kinerja manusia. Dan inilah yang mengakibatkan tidak tercapainya kesuksesan dalam hidup.

Kali ini, saya ingin menyampaikan salah satu materi dalam buku karangan Ippho Santosa: 13 Wasiat Terlarang. Dalam buku ini dijelaskan mengenai 13 buah perbendaharaan otak kanan. Well, tentunya dalam artikel ini belum bisa untuk dibahas semuanya, karena tentu artikelnya akan sangat panjaaaaaaaang. Mudah-mudahan di lain kesempatan akan kita sambung lagi ceritanya.

Salah satu kemampuan manusia yang menjadi perbendaharaan otak kanan adalah "sintesis". Kemampuan ini bisa dilihat dari kemampuan seseorang dalam menyimpan dua gagasan atau lebih dan bahkan berlawanan, secara sekaligus dalam satu pikiran, namun kedua-duanya dapat dikolaborasikan dan difungsikan. Sistesis ini berhubungan dengan kinerja alamiah dari otak kanan yang mencakup kemampuan beroperasi secara menyeluruh (holistik), menyebar (difus), serentak (paralel), dan acak (lateral).

Cara seseorang dalam melakukan sintesis, memiliki 5 jenis: generalist, crosser, tricker, connector, dan detector. Berikut penjelasannya masing-masing beserta contoh tokoh-tokohnya.

  • Generalist
  • Generalist adalah orang yang lihai dan piawai melakukan sejumlah bidang sekaligus. Salah satu contohnya adalah Chaerul Tanjung. Beliau adalah lulusan kedokteran gigi, namun ternyata berhasil meraih kesuksesan di sejumlah bidang entrepreneurship. Beberapa usaha yang dilakoninya adalah mendirikan pabrik sepatu anak-anak dengan merek butterfly, mengambil alih bank Mega Syariah, mengakusisi Bank Tugu menjadi Bank Mega Syariah, mendirikan stasiun televisi Trans TV dan Trans 7, membangun Bandung Supermall (Trans Studio). Contoh yang lain adalah Paris Hilton. Sekalipun dia adalah pewaris kerajaan Hilton Hotels Corporation dan real estate ayahnya, dia juga sukses melakoni sejumlah bidang seperti model, aktris, musik, bintang iklan, penulis buku, dan kesuksesan yang paling dikenal adalah sebagai pembuat onar dan kontroversi. Selain itu kita juga mengenal Jaya Suprana, yang sukses mendirikan Museum Rekor Indonesia (MURI) dan pencetus "kelirumologi". Beliau juga seorang pengusaha, pembicara, presenter, penulis, kartunis, pemain piano, dan pencipta lagu.
  • Crosser
  • Crosser adalah orang yang meninggalkan suatu bidang yang selama ini digeluti, kemudian melakoni bidang yang lain, dan meraih kesuksesan di bidang barunya itu. Kita bisa menyebut tipe crosser sebagai orang yang kreatif. Contohnya adalah Putera Sampoerna, generasi ketiga keluarga Sampoerna dan Presiden Komisaris PT HM Samporna Tbk. Pada Maret 2005, Ia menjual seluruh saham keluarga senilai 18,5 trilyun rupiah kepada Philip Morris, lalu melakoni bisnis agroindustri, infrastruktur, dan telekomunikasi. Contoh yang lain dalah AA Gym, dimana apabila dilihat sekilas, tentunya beliau adalah berlatar belakang santri. Namun ternyata mereka sebelumnya adalah pebisnis sejati.
  • Tricker
  • Tricker adalah tipe orang yang sukses dan gesit dalam memanipulasi ketidakurutan, ketidakteraturan, dan ketidak pastian menjadi modal kesuksesan mereka. Mereka melakukan hal yang diluar kebiasaan atau di luar yang lumrah dilakukan atau dipikirkan oleh orang awam. Salah satu contohnya adalah Mochtar Riady. Awalnya, Mochtar berkoar-koar kepada teman-temannya bahwa dia ingin menjadi bankir. Ketika temannya mengabari bahwa Bank Kemakmuran sedang bermasalah, maka dia langsung menawarkan diri kepada Andi Gappa, pemilik bank tersebut, agar dirinya ditunjuk menjadi Direktur, padahal pengalaman Mochtar dalam dunia perbankan adalah nol besar. Hari-hari pertama menjabat sebagai direktur, dia pusing tujuh keliling karena dia sama sekali tidak memahami sistem kerja perbankan, bahkan dia tidak memahami balance sheet (neraca keuangan). Tidak tahan berada dalam kepura-puraan diapun berterus-terang di hadapan pegawai dan pemilik Bank. Hal ini cukup mengagetkan, namun diapun masih diberi kesempatan. Mochtar meminta untuk memulainya belajar dari bawah, mulai dari kliring, cash, dan checking account. Tak berapa lama diapun melek ilmu perbankan. Seiring dengan proses belajarnya ini, dalam setahun Bank Kemakmuran pun berubah dan berbenah. Pada tahun 1964, setelah Bank Kemakmuran sudah "sehat", Mochtar Riady pindah ke Bank Buana dan melakukan penyelamatan terhadap bank yang tengah terjebak dalam gonjang-ganjing kemelut ekonomi nasional di tahun 1966. Ia juga berperan dalam kesuksesan Panin Bank, BCA, dan Lippo Bank. Dari sini kita bisa melihat bahwa Moctar Riady adalah sosok tricker sejati. Seharusnya proses jenjang karir yang lazim, adalah berilmu dulu, berpengalaman, baru menjadi direktur. Namun dia menjungkar balikkan proses tersebut dengan menjadi direktur terlebih dahulu, terus beilmu, baru berpengalaman.
  • Connector
  • Orang bertipe connector adalah mereka yang jago melihat kesempatan untuk menghubungkan hal-hal yang pada mulanya tidak berhubungan. Leoanardo da Vinci melihat keterkaitan antara suara bel dan batu yang kecemplung ke dalam air lalu lahirlah teori bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Newton melihat buah apel yang jatuh dari pohonnya, lalu muncullah teori gravitasi. Grego Mendel, dengan begitu nekadnya memadukan matematika dengan biologi, sehingga lahirlah ilmu genetika modern. Tentunya bukan hanya ilmuwan saja yang memiliki tipe crosser. Di semua bidang kita bisa melihatnya. Cara-cara pemasaran online dengan berbagai variasi yang unik, teknologi-teknologi yang telah terintegrasi seperti telephone+kamera+radio+bahkan TV dalam satu gadget smart phone, aplikasi-aplikasi komputer, dan masih banyak contoh hasil karya dari connector ini.
  • Detector
  • Tipe detector adalah orang yang jeli mengurai pola-pola kompleks. Mereka mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang-orang awam. Contoh tipe orang-orang yang bertipe seperti ini bisa digambarkan seperti selayaknya tokoh-tokoh detektif. Bisa detektif Conan atau Sherlock Holmes. Sekalipun mereka tokoh fiktif namun bukan berarti contoh di dunia nyata tidak ada. Kita bisa contohkan sejumlah penulis hebat seperti Thomas Friedman, Jhon Naisbitt, Alvin Toffler. Mereka mampu menggambarkan penguraian masalah melalui metode-metode yang sangat tidak disangka-sangka. Tipe detector adalah futuris-futuris. Mereka tidak hanya mampu memasang mata seperti cacing (worm view) dan melihat banyak hal yang terselubung, tetapi mereka juga mampu memandang seperti burung (bird view) atau disebut juga helicopter view sehingga mereka bisa memandang secara keseluruhan mengenai sesuatu hal. Utuh dan menyeluruh. Melalui cara memandang seperti ini mereka berkemampuan memahami campuran informasi di sekitarnya, kemudian menerawang ke masa depan dan melihat peluang-peluang baru.

Demikianlah sekelumit sharing pengetahuan pada hari ini. Dengan mengenal tipe-tipe orang yang ahli dalam menggunakan otak kanan, kita akan lebih mampu mengenal diri kita dan orang lain dengan lebih baik. Apabila sudah demikian, kita bisa lebih baik lagi dalam menempatkan diri dalam pergaulan sehari-hari sehingga kita bisa bekerja dalam tim dengan lebih baik. Seperti yang diketahui, manusia adalah mahluk yang sosial. Semoga bermanfaat.

2 comments :

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g:
:h: :i: :j: :k: :l:
:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Post a Comment

Silakan beri komentar barupa kritik dan saran yang membangun demi kemajuan blog saya ini. Jangan malu - malu!