Rabu, 05 April 2023

FENOMENA DUKUN INDONESIA SEMAKIN MERESAHKAN

Sudah tak terhitung terjadi berbagai macam kasus kriminal seperti pembunuhan, penipuan, pencabulan, pemerkosaan dan sebagainya yang bertemakan dukun. Baru-baru ini terjadi lagi pembunuhan berlatar belakang kisah perdukunan. Sepertinya perlu solusi yang nyata agar ke depannya masyarakat Indonesia bisa semakin cerdas menyikapi fenomena dukun atau yang disebut "orang pinter".
Kita mengenal berbagai macam dukun, mulai dari dukun santet, dukun pengganda uang, dukun pelet enteng jodoh, dukun peramal masa depan, dukun penerawang mahluk halus, dukun supranatural, dukun pawang hujan dan lain sebagainya. Bahkan ada juga dukun yang serba bisa. All in one.

Yang saya ketahui, orang disebut dukun jika dia dianggap orang yang memiliki kemampuan khusus dan cenderung mengarah ke kemampuan supranatural dan gaib. Bahkan kemudian masyarakat menyebutnya sebagai "orang pintar". 

Menurut saya ada tiga kagegori dukun. 

KATEGORI PERTAMA adalah dukun asli. Dapat disebut dukun asli jika orang tersebut memang memiliki hubungan kontrak dengan bangsa jin. Dia bekerjasama dengan bangsa jin sehingga bisa melakukan hal-hal yang gaib. Dia bisa melakukan santet, pelet, dan semacamnya. Sehingga bisa juga disebut sebagai tukang sihir, penyihir, tukang santet, dan sejenisnya. 

Ini adalah perkara yang diharamkan dalam Islam. Apapun alasannya, alam manusia dan alam jin berbeda. Sehingga tidak dibolehkan adanya kontak hubungan tolong menolong antara bangsa jin dengan bangsa manusia, baik untuk kebaikan, apalagi untuk kejahatan. Termasuk juga bagi masyarakat yang menggunakan jasanya. Bahkan mendatanginya dilarang. 

Baik dukun ini mengaku-ngaku sebagai dukun yang bekerjasana dengan jin jahat maupun jin baik, sehingga ada istilah dukun hitam maupun dukun putih, hal ini sama saja menurut pandangan agama Islam. Karena jin yang mendekati manusia pastilah memiliki niat menjerumuskan manusia kepada kesesatan dan kemusyrikan. Jika jin tersebut benar-benar baik dan soleh/solehah pastilah ia akan fokus beribadah di alamnya dan tidak berkomunikasi dengan manusia dan mencampuri urusan manusia.

Untuk dukun asli ini dijelaskan dalam Al Quran beberapa kisah misal tentang Malaikat Harut & Marut yang diutus Allah Azza Wa Jalla ke bangsa Babilonia untuk mengajarkan tentang sihir, dan kemudian justru disalah gunakan oleh bangsa Babilonia sehinga makin tersebarlah kerusakan. Juga kisah Nabi Musa melawan kumpulan para pesihir istana andalan Firaun yang akhirnya mereka kalah telak karena tipu daya sihir tidak akan dapat melawan kekuatan mukjizat Nabi Musa. Terdapat pula hadis Nabi yang mengisahkan seorang penyihir dari kalangan kaum Munafik, sekutu kaum Yahudi yang memusuhi kaum Muslimin, menyerang Nabi Muhammad dengan ilmu sihir dan santet dan kemudian Nabi Muhammad mengajarkan cara mengatasinya.

KATEGORI KEDUA adalah Dukun palsu. Biasanya seorang dukun palsu mengaku-ngaku memiliki ilmu gaib, sering mempertontonkan ilmu gaibnya, mengaku dapat meramalkan masa depan dan lain sebagainya, bahkan membuka praktek secara terang-terangan. Padahal itu adalah trik-trik dalam ilmu sulap yang bersifat teknis dan ilmiah atau bersifat fenomena alam, manipulasi psikologis, sugesti, dan sejenisnya. Dukun seperti ini ada yang berkedok agama (ilmu putih/karomah, dll) maupun yang berkedok ilmu hitam. Sehingga ada yang tidak mau disebut dukun, tapi maunya disebut ustad, gus, kyai, dan sejenisnya. Alasannya bisa untuk kepentingan komersial pribadi dan sepertinya mengarah ke tindak penipuan pada berbagai levelnya. 

Terlepas dari 2 kategori di atas, sebenarnya ada juga KATEGORI KETIGA yakni dukun yang mengandalkan suatu keahlian dan pengalaman yang bersifat teknis pada suatu bidang. Misalnya dukun tukang pijat dan dukun beranak. 

Dukun tukang pijat memiliki keahlian pijat-memijat, hafal lokasi sendi, urat, dan otot, sehingga jasanya sering digunakan oleh sejumlah orang yang membutuhkan. Dukun beranak memiliki keahlian membantu persalinan kelahiran anak agar lancar. 

Mereka biasanya juga disebut dukun karena memiliki kemampuan teknik yang unik dan aplikatif yang dianggap membantu masyarakat sekitar. Namun berbeda dengan tukang bangunan, tukang kayu, tukang lainnya yang tetap disebut tukang bukan dukun. Barangkali karena keahlian dukun pijat dan dukun beranak yang relatif langka dan bersifat unik.

Untuk kategori ketiga ini dikembalikan kepada pribadi masing-masing dukun tersebut. Ada yang murni mengandalkan teknik dan pengalaman. Ada juga yang mengarah atau mengkombinasikan dengan metode dukun pada ketegori sebelumnya (dukun asli atau palsu). Baik untuk alasan komersial maupun kedok tujuan kriminal, misal: dukun tukang pijat yang cabul. 😅🤣🙈 

Semoga bermanfaat pengetahuan saya di dunia perdukunan ini. Sekedar mengikuti perkembangan google trends aja. 🙏😅🤣🙈