Jumat, 11 Agustus 2017

INDUSTRI ENERGI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI KE-4


Kini kita memasuki era revolusi industri ke-4. Fokus industri pada era ini adalah teknologi IT, Robot, Artificial Intelligence, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), internet of things, automation, driverless vehicle, dan sejenisnya. Semua teknologi ini terus berkembang pesat dan terus masuk dalam kehidupan sehari-hari kita, baik di tempat kerja maupun di rumah maupun di sosial masyarakat secara umum.

Tidak hanya itu saja, semakin maraknya penggunaan teknologi-teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari, semakin tergantung pula manusia pada teknologi-teknologi tersebut. Lihat saja penggunaan komputer, laptop, smartphone dengan berbagai aplikasinya seolah membuat hidup kita semakin tergantung pada teknologi-teknologi tersebut. Pabrik-pabrik manufaktur banyak yang telah melibatkan robot dalam proses manufaktur. Bayangkan saja seandainya komputer, smartphone, atau teknologi-teknologi tersebut tidak berfungsi selama beberapa waktu saja, kita tentu akan kesulitan dalam beraktivitas.

Satu hal yang perlu dipikirkan bersama bahwa semua teknologi-teknologi tersebut membutuhkan energi untuk dapat bekerja. Semakin maraknya penggunaan teknologi-teknologi tersebut, dan semakin banyak tenaga manusia manual yang digantikan oleh tenaga automation, robot, AI, dll, maka semakin banyak juga kebutuhan energi. Jadi semakin berkembangnya teknologi-teknologi revolusi industri ke-4 tersebut seharusnya juga mendorong berkembangnya industri energi untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat. 

Walau misalkan teknologi-teknologi tersebut mampu menyediakan teknologi efisiensi yang semakin baik, sehingga mengurangi konsumsi energi, namun tetap saja kebutuhan energi terutama di negara-negara berkembang akan terus meningkat seiring semakin membengkaknya populasi dunia.

Hanya saja, juga ada tuntutan umat manusia untuk memanfaatkan energi yang ramah lingkungan. Hal ini bukan berarti hanya energi terbarukan saja yang memiliki masa depan cerah di masa depan. Tentu saja dengan catatan energi terbarukan secara konsisten terus berinovasi sehingga semakin ekonomis dan semakin mampu menyediakan energi yang stabil dan kontinyu. 

Namun demikian, bisa saja energi fosil-pun semakin berbenah sehingga pemanfaatannya semakin efisien dan semakin ramah lingkungan. Misalkan semakin berkembanganya teknologi pemanfaatan emisi fosil yang dihasilkan sehingga semakin memberi nilai tambah dan semakin sesuai dengan tujuan lingkungan.

Semua jenis energi yang digunakan sebagai penyokong teknologi-teknologi revolusi industri ke empat haruslah energi yang murah dan terjangkau (affordable), selalu tersedia (available), dapat diakses dengan mudah (accessable), dapat diterima masyarakat pengguna energi (acceptable), dan berwawasan lingkungan (environmental friendly). 

Di era revolusi industri ke-4 sektor energi kemungkinan tidak lagi difokuskan sebagai komoditas penghasil revenue secara langsung, tetapi harus difokuskan penggunaannnya untuk menyokong kegiatan sektor produktif yang bernilai jual tinggi seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, industri kreatif, perdagangan dan jasa, manufaktur, pelayanan publik dan lain-lain yang mendorong masyarakat lebih produktif dan kreatif. Termasuk di dalamnya untuk mendorong dan mendukung pemanfaatan dan pengembangan teknologi-teknologi revolusi industri ke-4.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar barupa kritik dan saran yang membangun demi kemajuan blog saya ini. Jangan malu - malu!