Kamis, 09 Januari 2020

BERPEGANG TEGUH PADA AGAMA SEPERTI MENGGENGGAM BARA API


Sulitnya berpegang teguh pada ajaran agama Islam yang benar telah pernah disampaikan oleh Rasulullah. 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa di zaman tersebut, orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api.

Ath Thibiy berkata bahwa maknanya adalah sebagaimana seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena tangannya bisa terbakar sama halnya dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini, ia sampai tak kuat ketika ingin berpegang teguh dengan agamanya. Hal itu lantaran banyaknya maksiat di sekelilingnya, pelaku maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas, juga iman pun semakin lemah.

Sedangkan Al Qari mengatakan bahwa sebagaimana seseorang tidaklah mungkin menggenggam bara api melainkan dengan memiliki kesabaran yang ekstra dan kesulitan yang luar biasa. Begitu pula dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di zaman ini butuh kesabaran yang ekstra.

Seperti itulah gambaran orang yang konsekuen dengan ajaran Islam saat ini. Mereka yang ingin terus menjalankan ibadah sesuai sunnah Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, akan merasakan begitu sulitnya dan begitu beratnya. Kadang cacian yang mesti diterima. Kadang dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Kadang jadi bahan omongan yang tidak enak. Mendapatkan permusuhan. Sampai-sampai ada yang nyawanya dan keluarganya terancam. Demikianlah resikonya. Namun nantikan balasannya di sisi Allah yang luar biasa andai mau bersabar.

Minggu, 05 Januari 2020

PARA ARTIS SAJA SUDAH BANYAK YANG HIJRAH, KAMU KAPAN?

Para artis saja sudah banyak yang hijrah meninggalkan dunia keartisan & keglamoran duniawi untuk mendalami ilmu agama dan kian istiqomah berproses mengamalkan syariat-syariat dan sunnah-sunnah. 

Hijrah sama sekali tidak mengurangi kegantengan dan kecantikan. Malah mereka kelihatan makin cakep-sejuk-damai-sentosa. 😎🧕🏻 

Hayooo...kamu-kamu Bro-Sis yang bukan artis ini kapan mau hijrahnya. Mumpung masih diberi umur dan kesehatan loh oleh Allah Azza wa Jalla. Hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya ya, jangan hijrah ke hatiku. Nyesek. Wkwkwkkk 😅😂🙏🙏🤲🤲👍👍

Berikut beberapa cuplikan kisah hijrah mereka. Siapa tahu bisa memberi inspirasi :





Jumat, 03 Januari 2020

ENTAH APA YANG MERASUKIMU HINGGA KAU TEGA MELARANG BERPAKAIAN SESUAI SUNNAH

Apa aku harus seperti Lee Min-ho, walau pakai celana cingkrang tapi tetap dibilang keren.

Apa aku harus seperti Keanu Reeves, walau jenggotan tapi tetap dianggap mempesona.

Entah apa yang merasukimu, hingga kau tega menuduhku berpaham radikal.

Padahal ini kulakukan demi rasa cintaku yang tulus kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yakni dengan mengamalkan sunnah-sunnah Beliau. 

Salah apa diriku padamu. Hingga kau tega melarangku melaksanakan sunnah-sunnah Nabiku. Kau sia-siakan cintaku yang lillahi ta'ala pada agama dan negeri ini. 

 🤣😅😭🙈😂🙏👍

RADIKAL ITU ADALAH MEREKA YANG UMBAR AURAT DAN TIDAK BERPAKAIAN SESUAI SYAR'I

Yang seharusnya dicap radikal itu wanita-wanita yang berpakaian seksi umbar aurat, rok mini, pakaian ketat, tipis transparan, you can see, tanktop, hotpants, dll. 

Mereka itulah yang seharusnya segera dideradikalisasi. Karena wanita yang demikian sangat radikal dalam meneror keimanan ikhwan-ikhwan soleh yang sedang berjuang istiqomah di jalan Allah. Dan jika hal ini terus dibiarkan maka akan berpotensi mengancam ahlak dan moralitas generasi muda masa depan bangsa. 🤣😅🙏

Barangkali karena mata masyarakat kita sudah cenderung terbiasa melihat hal-hal maksiat dan buka aurat serta latah ikut-ikutan tren fashion, sehingga saat mata mereka melihat sesuatu yang syar'i atau seseorang yang berpakaian syar'i maka seolah menjadi tampak aneh bahkan menakutkan bagi mereka.

Janganlah dibilang kaidah-kaidah dalam berpakaian yang sesuai syar'i tidak ada ketentuannya yang jelas dalam Al Quran dan Sunnah. Silahkan dipelajari kita-kitab ulama terdahulu. Semuanya telah diatur lengkap, baik cara berpakaian laki-laki maupun perempuan.

Tentu saja para penyeru/pendakwah yang senantiasa mengingatkan agar kaum muslimin berpakaian syar'i akan dimusuhi oleh sebagian orang. Hal ini berhubung kemungkinan salah satunya bisnis fashion mereka akan terancam pangsa pasarnya. Hehe..hehe

SUNNAH MEMBACA SURAT AL KAHFI


Bacaan Al Quran yang disunnahkan dibaca pada malam Jumat dan hari Jumat adalah surat Al Kahfi. Di dalam surat ini berisisi beberapa kisah menarik yang mengandung hikmah yang dalam. Diantaranya yakni kisah pemuda yang tertidur di gua selama 300-an tahun. Ada cerita mengenai pemilik kebun anggur. Cerita mengenai Nabi Musa yang berguru kepada Nabi Khidir. Dan cerita mengenai Nabi Dzulkarnain yang memerangi bangsa Ya'juj dan Ma'juj.

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)