Jumat, 19 Oktober 2012

KAPAL KEHIDUPAN


Mengarungi kehidupan adalah seperti berlayar mengarungi lautan yang luas menuju suatu pulau impian. Kapal adalah diri kita, lautan adalah dunia dan segala pernak-perniknya, sedangkan pulau impian yang kita tuju adalah surga yang dijanjikan oleh Allah.

Dalam berlayar tentu dibutuhkan kemampuan navigasi yang baik. Kita bisa meningkatkan ilmu navigasi kita dengan mempelajari manual book navigasi kehidupan, yaitu Al Quran dan Sunnah Rasulullah. Mereka yang tidak taat pada manual book ini tentu akan tersesat dan tidak mampu mencapai tanah impian. Bahkan bisa saja kapalnya karam di tengah perjalanan, ditelan badai dan ombak yang ditemuinya selama pelayaran atau menabrak kapal lainnya.

Kita harus pandai-pandai membaca karakteristik lautan dimana kita berlayar. Lautan adalah dunia, dimana merupakan sarana untuk menuju tanah impian kita. Kita perlu tahu besar ombaknya, besar arusnya, dan juga perkiraan kedalamannya. Kita juga perlu tahu kondisi anginnya, rawan badai atau tidak, dan juga kadungan lautan tersebut apakah banyak ikannya, banyak hiunya, atau banyak mutiaranya.

Apabila kita tidak pandai membaca karakteristik lautan dimana kita berlayar, maka kapal kita terancam menemui kesulitan. Kita bisa kelebihan muatan karena terlalu tamak mengangkut kandungan laut, atau malah bisa berbuat bodoh dengan memasukkan air laut ke dalam kapal kita. Sekali lagi, kemampuan untuk membaca karakteristik lautan dapat diperoleh juga dengan mempelajari ilmu navigasi.

Dengan demikian, apabila kita ingin sampai tempat tujuan dengan selamat, kita harus pelajari dan amalkan kitab navigasi kehidupan, Al Quran dan As Sunnah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar barupa kritik dan saran yang membangun demi kemajuan blog saya ini. Jangan malu - malu!